DetikNews
Minggu 05 November 2017, 17:14 WIB

Varietas Baru Mangga Pisang di Pasuruan, Cobain Yuk!

Muhajir Arifin - detikNews
Varietas Baru Mangga Pisang di Pasuruan, Cobain Yuk! Mangga pisang di Kebun Pembenihan Cukurgondang/Foto: Muhajir Arifin
Pasuruan - Pusat Penelitian Pengembangan (Puslitbang) Hortikultura Kementerian Pertanian meluncurkan varietas mangga agri gardina 45. Varietas baru yang juga disebut mangga pisang (Banana manggo) ini merupakan hasil persilangan antara mangga arummanis dan mangga saigon.

"Dibutuhkan waktu 5 tahun penelitian untuk bisa menghasilkan mangga agri gardina ini. Kita ambil efek warna merah dan karakteristik pohon dan buahnya dari mangga saigon, rasa (diambil) dari mangga arummanis," kata Sri Yuliati Kepala Divisi Ekologi Puslitbang Kementerian Pertanian dalam Gelaran Perbenihan dan Sumber Daya Genetik Mangga Indonesia di Kebun Pembenihan Cukurgondang, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan, Minggu (5/11/2017).

Sri Yulianti mengatakan, selain memiliki penampilan menarik yakni bentuknya lebih kecil dan warna merah-kekuningan serta rasanya yang sangat manis, pohon mangga agri gardina juga berkarakter rendah (Cebol) sehingga menghemat ruang tanam dan bahkan bisa ditanam di dalam pot.

"Di hamparan bisa ditanam dengan jarak tanam tiap pohon antara 2,5 x 2,5 meter, setiap hektar bisa ditanami sebanyak 1.500 pohon. Padahal untuk mangga varietas lain, pada umumnya setiap hektar hanya sekitar 4.00 pohon dengan jarak jarak tanam 10 x 10 meter," terangnya.

Mangga pisang, varietas mangga agri gardina 45/ Mangga pisang, varietas mangga agri gardina 45/ Foto: Muhajir Arifin


Sri mengaku perawatan mangga pisang ini juga mudah. Untuk 1 hektar, biayanya sama dengan jenis mangga varietas lainnya. Dengan perawatan optimal, pada umur 1,5-2 tahun mangga ini sudah bisa berbuah.

"Sesuai namanya mangga pisang, makannya sama seperti makan pisang. Kulitnya dikupas dari bagian atas ke bawah dan bisa langsung dinikmati," terangnya.

Kepala Puslitbang Hortikultura Kementerian Pertanian, Hardiyanto mengatakan sejumlah varietas mangga baru hasil pengembangan Kebun Pembenihan Cukurgondang sudah ditanam secara massal di daerah-daerah bahkan sudah diekspor ke luar negeri.

"Sejumlah mangga Indonesia telah diekspor ke negara-negara lain, seperti mangga varietas gedung gincu dari Jawa Barat, dan arummanis dari Jawa Timur. Mangga klonal 21 (mangga alpukat) juga sudah mulai ekspor dan sekarang areal tanamnya diperluas oleh petani di daerah-daerah," terangnya.

Ia berharap mangga agri gardina juga diterima masyarakat dan sukses dikembangakan sehingga siap diekspor.

Varietas baru mangga pisang di Pasuruan/Varietas baru mangga pisang di Pasuruan/ Foto: Muhajir Arifin


"Mangga varietas agri gardina 45 lebih menarik karena ukuran kecil dan warnanya kuning campur kemerahan yang merata, sangat menarik konsumen luar negeri," urai Hardiyanto.

Benih sumber mangga pisang ini selanjutnya akan disebar melalui dinas-dinas pertanian di seluruh provinsi di Indonesia. Penyebarannya melalui masing-masing lembaga balai benih induk (BBI) yang dimiliki tiap provinsi di Indonesia.

Kebun Pembenihan Cukurgondang memiliki ribuan pohon terdiri dari 400 jenis mangga. Kebun pembenihan mangga ini memiliki areal seluas 13 hektar.

Dalam Gelaran Perbenihan Dan Sumber Daya Genetik Mangga Indonesia yang digelar mulai 3-5 November ini, disajikan puluhan varietas jenis mangga yang ada di Indonesia. Termasuk sebanyak 16 varietas mangga hasil penelitian dan pengembangan Kebun Pembenihan Cukurgondang. Masyarakat yang hadir juga bisa mencicipi puluhan jenis mangga yang disediakan panitia.


(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed