Keluarga Dedy Tolak Surat Pernyataan Damai Rumah Sakit

M Rofiq - detikNews
Sabtu, 04 Nov 2017 18:23 WIB
Foto: M Rofiq
Foto: M Rofiq
Probolinggo - Jenazah almarhum Mochamad Dedy Irawan (19), warga Kota Probolinggo, yang dikuburkan tanpa sepengetahuan keluarga, sudah dibongkar dan dimakamkan kembali di Probolinggo. Namun, masih ada sesuatu yang mengganjal bagi keluarga Dedy.

Sesudah pembongkaran, pihak RS Soedarsono, Kota Pasuruan, tiba-tiba menyodorkan surat pernyataan 'damai' dan tidak akan menuntut pihak RS yang diduga lalai dalam kasus ini.

"Setelah dilakukan pembongkaran makam, saya disodori surat pernyataan. Setelah saya teliti isi suratnya ada kalimat yang janggal," kata Jumat, ayah kandung Dedy, kepada detikcom, Sabtu (4/11/2017).

Dalam surat 'damai' itu seolah ditulis oleh keluarga korban sebagai surat permohonan untuk dilakukan pembongkaran makam Dedy Irawan.

Surat itu bertuliskan 'Dalam Hal Pelaksanaan Kegiatan ini, Kami tidak akan menuntut apapun kepada pihak RSUD dr Soedarsono Kota Pasuruan, baik dalam ranah hukum, etik, moril maupun materil. Juga kami sampaikan terimakasih atas segala fasilitasinya'.

Namun surat pernyataan yang dibubuhi materai Rp 6 ribu itu ditolak oleh Jumat. Jumat tidak menyangka, jika pihak rumah sakit akan berbuat seperti itu pada pihaknya. "Jadi seakan pihak rumah sakit ini memanfaatkan kesempatan saat kesusahan. Untungnya, saya masih sadar," tandas Jumat.

Makam Mochamad Dedy Irawan (19), warga Kota Probolinggo, yang dikuburkan tanpa sepengetahuan keluarga akhirnya dibongkar. Dedy meninggal setelah menjadi korban kecelakaan di Pasuruan.

Pembongkaran ini atas permintaan keluarga korban. Keluarga ingin memindahkan makam mahasiswa STIKI Malang tersebut ke kampung halaman.

Pembongkaran dilakukan pihak Satlantas Polres Pasuruan Kota dan RSUD dr R Soedarsono. Pembongkaran dijaga ketat aparat baik dari kepolisian maupun petugas pengamanan rumah sakit. (fat/fat)