"Karena APBD kami terbatas maka kami serahkan ke pihak ketiga. Semoga dengan besarnya jejaring Hotel Sahid ini mereka siap beroperasi tanggal 11 (November) depan," kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas saat berkunjung di Hotel Sahid Osing Kemiren, Banyuwangi, Jumat (3/11/2017).
Pilihan pengelolaan pihak ketiga, kata Anas, agar lebih mempermudah pengelolaan dan perawatan aset Pemda. Dengan regulasi ini, Banyuwangi bisa memperoleh tambahan untuk Penghasilan Asli Daerah (PAD).
"Ya, pilihan serahkan ke pihak ketiga ini diambil agar mempermudah pengelolaan aset pemda dan menambah sumber pundi-pundi rupiah untuk penghasilan asli daerah (PAD) Banyuwangi," imVila Wisata Osing yang kini berubah menjadi Hotel Sahid Osing Kemiren
Ada sekitar 26 kamar yang berdiri di tanah milik Pemda seluas 7.655 meter persegi itu. Dengan arsitektur khas osing, hotel ini masih akan diperluas menjadi 50 kamar. Keberadaan hotel ini, kata Anas, akan melengkapi homestay yang sudah di kelola masyarakat setempat.
Pihak Pemkab berharap dengan lengkapnya fasilitas pariwisata di kawasan Desa Adat Kemiren ini, pengenalan adat budaya serta warisan kuliner osing bisa lebih mendunia.
"Harapan kami ini bisa lebih mengangkat wisata, kesenian, adat budaya juga kuliner khas osing," papar Anas.
Pantauan detikcom di lokasi, bangunan Hotel Sahid Osing Kemiren ini telah siap dihuni. Hotel yang dibangun sejak 2013 lalu itu terlihat terawat dan taman-tamannya makin cantik. Pohon-pohon yang tumbuh di sekitar juga tertata rapi, menambah kesan sejuk saat melintas di dalamnya.
Lokasinya terletak di desa yang penduduknya merupakan masyarakat Suku Osing, suku asli Banyuwangi. Lokasinya sekitar 8-10 km dari dari pusat Kota Banyuwangi. Jika ditempuh dengan kendaraan pribadi, hanya sekitar 15 menit dari pusat kota. (iwd/iwd)











































