Mengaku Dititipi Bayi Laki-laki, Begini Pengakuan Supiatin

Erliana Riady - detikNews
Kamis, 02 Nov 2017 13:50 WIB
Supiatin diperiksa polisi/Foto: Erliana Riady
Blitar - Supiatin (34), ibu yang menitipkan bayi laki-laki yang diakui anak temannya, mendatangi Panti Asuhan Muhammadiyah, Jalan Ir Soekarno Kota Blitar, Kamis (2/11/2017).

Dengan wajah terlihat lelah, wanita berkerudung merah muda itu tergopoh-gopoh masuk ruang penerima tamu panti asuhan. Kepada detikcom, dia bercerita panjang lebar bagaimana bayi itu ada di tangannya. Namun belum sampai merangkai kata, pihak panti asuhan menganjurkan menuju Polresta Blitar.

Dengan naik sepeda motor, Supiatin dan detikcom beriringan menuju Mapolres Blitar yang letaknya hanya 500 meter. Supiatin diarahkan menuju ruang Satreskrim Mapolresta Blitar. Di depan petugas, Suprihatin tampak menghela nafas panjang.

"Ketiban pulung niki pak (Kejatuhan rezeki ini pak)," kata Supiatin mulai menjawab pertanyaan petugas.

Baca Juga: Tega! Ditinggal Orang Tuanya, Bayi Laki-laki Dititipkan ke Panti Asuhan

"Bayi laki-laki itu anaknya Debleng. Dia teman sesama makelar dengan suami saya. Minggu (29/10) pagi, dia menggendong bayi. Lalu ditidurkan di kursi ruang tamu, lalu tergopoh pamit pergi. Katanya mau belikan susu," jelas ibu dua anak ini.

Supiatin yang pagi itu masih repot mengurus dua anaknya langsung mengiyakan saja. Apalagi selama ini Debleng sudah sering datang ke rumahnya. Namun hingga Minggu siang, Debleng tak kunjung datang. Pada Sugeng suaminya, Supiatin jadi banyak bertanya.

Bayi laki-laki ini dititipkan ke panti asuhan/Bayi laki-laki ini dititipkan ke panti asuhan/ Foto: Erliana Riady


"Selama ini setahu saya, dia teman suami saya. Tapi nama aslinya siapa, rumahnya di mana, saya tidak pernah tahu. Ternyata, suami saya juga begitu. Sama tidak tahu juga. Itu yang bikin saya muntab (marah)," paparnya.

Sebelum menidurkan bayi itu di ruang tamu, lanjut Supiatin, Debleng cerita ke suaminya jika ibu bayi yang baru dilahirkan ini telah meninggal dunia. Jadi bayi itu dibawa bapaknya. Saat menitipkan bayi yang dibilang masih berumur empat hari itu, Debleng hanya menyertakan dua helai baju bayi di dalam tas kresek.

"Kasihan pak, ya saya belikan susu. Saya minta orang buat mandiin. Baru Senin (30/10) malam dia telpon suami saya. Nomernya ganti, nyuruh saya bawa anaknya ke panti asuhan saja. Tapi pas ditelepon balik, nomernya sudah tidak aktif lagi," terangnya.

Tanpa pikir panjang, Supiatin bersama suaminya lalu membawa bayi ke panti asuhan di Kota Blitar. Di depan polisi, dia mengaku ingin mengadopsi bayi itu, namun takut jika berurusan dengan polisi.

"Saya sebenarnya ingin ambil jadi anak saya saja. Tapi anak saya dua masih kecil-kecil. Saya juga takut kalau berurusan dengan polisi, soalnya tidak jelas begitu ceritanya. Kalau sudah di polisi gini khan jelas bukan salah saya," tutur wanita berpenampilan sederhana itu.

Sementara informasi dari Kasatreskrim Polresta Blitar, AKP Heri Sugiono, bayi itu telah dipindah rumah sakitnya.

"Coba kross chek dulu di RS Aminah, soalnya semalam anggota terima laporan, kata mereka mau dipindah ke RSUD Mardi Waluyo. Tapi kami tidak jelas alasannya apa, memindahkan bayi itu kesana," katanya.
(fat/fat)