DetikNews
Rabu 01 November 2017, 19:34 WIB

Pakta Integritas Bantu Pemkab Pasuruan Raih WTP Empat Kali Beruntun

Muhajir Arifin - detikNews
Pakta Integritas Bantu Pemkab Pasuruan Raih WTP Empat Kali Beruntun Foto: Istimewa
Pasuruan - Empat tahun berturut-turut, Pemerintah Kabupaten Pasuruan meraih predikat Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Kementerian Keuangan. Capaian ini membuktikan komitmen seluruh jajaran Pemkab Pasuruan mengelola administrasi keuangan secara transparan dan bertanggungjawab.

"Capaian ini tak lepas dari komitmen dan kekompakan semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam memahami pentingnya membuat laporan keuangan yang dapat dipertanggung jawabkan, baik yang memiliki kegiatan dengan nilai ratusan hingga milyaran rupiah, atau kegiatan yang nilai proyeknya kecil," kata Bupati Irsyad Yusuf.

Hal itu dikatakannya usai piagam Menteri Keuangan melalui Gubernur Jawa Timur, Soekarwo dalam acara Penganugerahan Penghargaan Pemerintah Republik Indonesia terhadap laporan keuangan pemerintah daerah (LKPD) Pemerintah Provinsi/Kota/Kabupaten di Jawa Timur tahun anggaran 2016, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu (1/11/2017).

"Pemkab Pasuruan juga membuat Pakta Integritas antara seluruh OPD dengan Bupati, serta antara Kepala OPD dengan jajaran yang ada di bawahnya. Pakta integritas ini sangat penting, karena sebagai acuan untuk melihat OPD mana yang benar-benar komitmen dan tidak. Kalau ada yang melenceng, bisa langsung saya ingatkan melalui pakta integritas, bisa dibilang pakta ini adalah sebagai rapot OPD secara tidak langsung," terangnya.

Gus Irsyad, sapaan Irsyad Yusuf, menegaskan prestasi tersebut tak boleh menjadi alasan berpuas diri. Harus jadi motivasi untuk terus dipertahankan dan bahkan ditingkatkan.

"Saya sudah menyampaikan bahwa masing-masing OPD jangan sampai sembrono dalam mengatur keuangan, apalagi ini kaitannya dengan laporan pertanggung jawaban kepada BPK. Sekecil apapun belanjanya harus jelas sejelas-jelasnya, karena hasil akhirnya nanti akan enak. Tidak ada hal yang perlu ditakutkan, apalagi ketika sudah ada kata BPK mau datang, tak ada lagi OPD yang bingung maupun panik. Intinya kalau sudah dijalankan dengan baik, semuanya juga pasti aman-aman saja," jelasnya.

Inspektur Kabupaten Pasuruan, Dwitono Minahanto menambakan, WTP yang beruntun tersebut menjadi kebanggaan sekaligus tantangan.

"Artinya bahwa segala laporan keuangan yang ada di Kabupaten Pasuruan dianggap telah wajar, tidak disembunyikan, tidak meragukan, serta dapat dipertanggungjawabkan secara penuh. Hanya saja, Pemkab Pasuruan harus terus melakukan pembenahan di semua sektor, khususnya administrasi keuangan hingga pembenahan dan kelengkapan data administrasi itu sendiri," terang Dwitono.
(bdh/bdh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed