DetikNews
Rabu 01 November 2017, 13:52 WIB

Hore.. Nelayan Banyuwangi Jadi Warga Kehormatan di Florida

Ardian Fanani - detikNews
Hore.. Nelayan Banyuwangi Jadi Warga Kehormatan di Florida Foto: Ardian Fanani
Banyuwangi - Nelayan di Banyuwangi, bernama Ikhwan Arief dinobatkan sebagai warga kehormatan Kota Pensacola, negara bagian Florida, Amerika Serikat, Selasa (31/10). Ikhwan yang juga sebagai ketua kelompok Nelayan Samudera Bakti, dinilai berhasil menyelamatkan lingkungan pesisir pantai Banyuwangi.

Penghargaan tersebut diterima Ikhwan dari dewan kota Pensacola, Don Kraher, yang mewakili Wali Kota Pensacola Ashton Hayward, atas dedikasi yang dilakukan sebagai pelopor penyelamat lingkungan khususnya wilayah pesisir pantai.

Saat dikonfirmasi melalui telepon genggamnya, warga Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, ini mengaku bersyukur dan tidak menyangka atas penghargaan yang diterimanya.

"Alhamdulillah saya dipercaya sebagai warga kehormatan Kota Pensacola dan ini merupakan kerja keras dan perjuangan seluruh teman di Bangsring, yang terus berupaya dalam menjaga dan meperbaiki kerusakan lingkungan," ungkap Ikhwan, saat dihubungi detikcom, Rabu (1/11/2017).

Ikhwan Arief merupakan salah satu dari 6 WNI yang menerima program International Visitor Leadership Program (IVLP) yang digagas pemerintah Amerika serikat. Tepatnya program reguler yang diadakan Biro Kebudayaan dan Pendidikan, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat.

Selain Ikhwan Arief penerima program IVLP bidang pembangunan ekonomi kelautan dan perlindungan lingkungan hidup (Maritim Economic Development and Environmental Protection) diantanya adalah I Made Dharma dari Nusa Tenggara Barat, Suparman Husain dari Makasar, dan Sri Wahyuni Maria dari Talaud.

Menurut Ikhwan, dia terpilih menjadi salah satu peserta IVLP bukan berkat usulan dari siapa pun. Sebaliknya, pihak Kemenlu AS mencari secara langsung kandidat calon peserta program tersebut.

Namun Ikhwan mengaku tidak tahu persis kenapa dirinya terpilih mengikuti program yang satu ini. Yang jelas, tambah dia, beberapa tahun lalu ada perwakilan Konsulat Jenderal (Konjen) AS di Surabaya yang menelepon dirinya.

"Saat itu, saya ditawari apakah berkenan dimasukkan dalam nominasi dan kegiatan kami akan dipantau? Saya jawab berkanan," kata dia.

Setelah mendapat telepon tersebut, Ikhwan mengaku tidak terlalu terbebani. Bahkan, saat dua Konjen AS di Surabaya mengunjungi Bangsring Underwater, yakni di era Konjen Joaquin F. Monseratte pada 2014 dan Konjen Heathe C. Variava tahun lalu.

"Ternyata, mereka datang ke Bangsring Underwater sekaligus untuk melakukan survei secara langsung kegiatan yang kami lakukan," cetus pria peraih piala Kalpataru 2017 lalu ini.

Hingga akhirnya, Ikhwan benar-benar terpilih sebagai salah satu peserta IVLP. Dia pun berangkat ke AS dengan difasilitasi pihak pemerintah negara adidaya itu.
(fat/fat)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed