"Rata-rata satu hari korban meninggal dunia di seluruh Jawa Timur itu 5 orang," kata Direktur Lalu Lintas Polda Jawa Timur Kombes Pol Ibnu Isticha kepada wartawan usai Apel gelar pasukan Operasi Zebra Semeru 2017 di Mapolda Jatim, Jalan A Yani, Rabu (1/11/2017).
Dirlantas Ibnu mengaku meski tidak hafal angka pasti jumlah kecelakaan di Jawa Timur, namun diperkirakan, rata-rata korban meninggal dunia sebanyak 5 orang per hari.
"Anda bisa bayangkan. Satu bulan berapa kalau buat rata-rata 5 orang meninggal dunia dalam sehari. Satu tahun berapa," tambahnya.
Dia menegaskan, siapa pun tidak bisa menghilangkan kejadian kecelakaan lalu lintas. Tapi, bagaimana upaya untuk menekan terjadinya kecelakaan.
"Ini kita tidak bisa harus menghilangkan begitu saja. Kalau mengurangi angka-angkanya mudah. Tapi kalau mengurangi jumlah kecelakaannya ini (susah)," terangnya.
Dengan kegiatan preemtif, preventif termasuk penindakan pelanggaran lalu lintas yang dapat mengakibatkan kecelakaan lalu lintas fatal. Serta memberikan pendidikan masyarakat bagi usia dini atau calon pengguna jalan. Seperti anak-anak yang duduk di bangku SMP kelas 2 dan 3 serta anak SMA kelas 1, diharapkan dapat menekan kecelakaan.
"Sasarannya kepada mereka-mereka yang akan menjadi calon pengguna jalan pada tataran anak SMP kelas 2 atau kelas 3. Termasuk SMA kelas 1. Yang diharapkan nantinya, mereka-mereka nanti pada saat menjadi pengguna jalan, ini sudah siap," jelasnya. (roi/fat)











































