Begini Kronologi Pembunuhan Pegawai Pabrik Baja

Begini Kronologi Pembunuhan Pegawai Pabrik Baja

Enggran Eko Budianto - detikNews
Selasa, 24 Okt 2017 15:19 WIB
Begini Kronologi Pembunuhan Pegawai Pabrik Baja
Foto: Enggran Eko Budianto
Mojokerto - Hanya karena masalah servis motor, kawanan preman kampung mengeroyok Suratman (33), pegawai pabrik baja hingga tewas. Korban dan pelaku sempat menenggak miras bersama. Begini kronologi pengeroyokan tersebut.

Kapolres Mojokerto AKBP Leonardus Simarmata mengatakan, pada Minggu (22/10) sekitar pukul 11.00 Wib, Hariyono (H) datang ke bengkel K di Desa Curahmojo untuk menyerviskan sepeda motornya. Tak lama kemudian, Suratman juga datang ke bengkel tersebut dengan maksud yang sama.

Namun hingga sekitar pukul 15.00 Wib, motor Hariyono tak kunjung selesai diservis oleh K. Bukannya merampungkan pekerjaannya, K justru menggelar pesta miras bersama Suratman dan 8 temannya di warung belakang bengkel. Dengan memendam amarah, Hariyono turut dalam pesta miras tersebut.

"Setelah mabuk, mereka bertengkar. H ini komplain ke K karena motornya tak kunjung selesai akibat ditinggal minum. Di bawah pengaruh alkohol, dia naik pitam," kata Leonardus saat jumpa pers di kantornya, Selasa (24/10/2017).

Lantaran seorang diri, lanjut Leonardus, Hariyono meminta bantuan temannya, Sofal Udin (33) untuk mengerahkan massa dari kampungnya, Desa Kutogirang, Ngoro. Kepada Sofal, Hariyono mengaku dikeroyok oleh warga Desa Curahmojo.

"S (Sofal) memukul kentongan di kampung untuk memanggil teman-temannya, terkumpul 12 orang. Karena dapat cerita temannya dikeroyok, mereka berangkat ke bengkel dengan niat menyelamatkan H," ujarnya.

Satu dari belasan preman kampung itu, kata Leonardus, membawa sebilah celurit. Dia adalah Mokh Fanani (22). Sampai di bengkel, ternyata K yang menjadi incaran lebih dulu kabur bersama teman-temannya.

"Di bengkel hanya tersisa korban, oleh pelaku korban dipukul dan disabet dengan celurit. Dalam kondisi terluka, korban sempat lari hingga terjun ke sungai dan meninggal," terangnya.

Baru sekitar pukul 16.00 Wib, jasad Suratman ditemukan oleh warga di sungai Desa Sekargadung, Pungging. Bapak satu anak asal Desa Wotanmas Jedong, Ngoro ini tewas dengan 6 luka bacok di leher dan wajah.

Sekitar 12 jam kemudian, Senin (23/10) pukul 04.30 Wib, polisi meringkus 12 orang yang diduga mengeroyok Suratman. Sementara Hariyono masih buron karena berhasil kabur dari rumahnya.

Dari 13 orang warga Desa Kutogirang tersebut, hanya 4 orang yang ditetapkan sebagai tersangka. Mereka adalah Sofal Udin (33), Sugiyanto (29), Mokh Fanani (22) dan Hariyono sendiri. Sementara 9 orang lainnya menjadi saksi lantaran tak ikut menganiaya korban.

"Untuk memastikan peran masing-masing tersangka, kami memburu tersangka utama H," tandasnya. (fat/fat)
Berita Terkait