Kegiatan ini juga sebagai seleksi pemerintah untuk mendapatkan siswa-siswi SMK terbaik dari Jawa Timur. Selanjutnya mereka akan dibimbing lebih lanjut untuk diikutsertakan pada kompetisi keahlian tingkat nasional hingga internasional. Sebanyak 2.000 lebih siswa dan guru pembimbing akan berkompetisi menampilkan karya terbaiknya.
"Lewat kompetisi ini, SMK diharapkan tergugah untuk menciptakan inovasi dan terangsang kreativitasnya. Kami akan perkuat kelembagaan SMK. Salah satunya dengan meningkatkan kualitas sarana prasarana dan pengajarnya," jelas Gus Ipul saat membuka kegiatan tersebut, Senin, (23/10/2017).
Selain itu, pemprov juga berencana merevitalisasi SMK, antara lain akan menjadikan SMK sebagai badan layanan umum daerah (BLUD). "Kami juga akan menautkan SMK dengan kebutuhan peluang kerja yang ada," kata Gus Ipul.
Sementara itu Bupati Anas mengatakan bahwa di Banyuwangi pemkab telah memberikan ruang yang luas bagi SMK untuk menampilkan karyanya. Beragam event Banyuwangi Festival telah melibatkan siswa SMK untuk bisa berkreasi.
"Hampir di setiap event yang kami gelar selalu menampilkan tarian-tarian baru yang melibatkan anak SMK. Secara tidak langsung, kami meminta sekolah dan sanggar tari menampilkan kreasi-kreasi baru di setiap even, dan seperti tari pembuka LKS ini tari baru. Ini juga menunjukkan regenerasi budaya di Banyuwangi berhasil dengan baik," jelas dia.
LKS SMK sebagai seleksi pemerintah untuk mendapatkan siswa-siswi SMK terbaik dari Jawa Timur. S (Foto: Ardian Fanani) |
"Cara ini akan memberikan ketrampilan yang dibutuhkan oleh siswa. Ini bisa menjembatani dengan lapangan kerja yang sesungguhnya. Edotel juga berperan sebagai teaching factory yang siswa bisa belajar praktik secara langsung tidak hanya teori dalam kelas," kata Anas.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Saiful Rahman menambahkan, LKS ini akan dilaksanakan dari 23–27 Oktober 2017 dengan 51 bidang keahlian yang dikompetisikan. Dari 51 itu, dikelompokkan, bidang tekonogi ada 27, bidang bisnis dan manajemen (bismen) ada 5, pertanian ada 5, parwisata ada 6, ketrampilan kayu dan tekstil 4, ada serta kesehatan 3 .
"Bagi siswa yang menang dalam kompetisi ini akan mewakili Jawa Timur untuk mengikuti kompetisi tingkat nasional," ujarnya.
Selain berkompetisi, para siswa ini juga menampilkan karya-karya mereka dalam sebuah pameran yang digelar di sekitar GOR Tawangalun. Mereka memajang karya-karya terbaiknya, mulai desain grafik, mobil remote control, agronomi hingga teknik sepeda motor.
"Senang rasanya semua siswa SMK di sini bisa kumpul. Kita jadi bisa tahu, teman kami di lain daerah sudah bisa menciptakan apa saja. Kita bisa jadi saling belajar," kata Noven H, siswa SMKN I Glagah. (iwd/iwd)












































LKS SMK sebagai seleksi pemerintah untuk mendapatkan siswa-siswi SMK terbaik dari Jawa Timur. S (Foto: Ardian Fanani)