DetikNews
Jumat 20 Oktober 2017, 20:06 WIB

Pemutihan Pajak Kendaraan di Jatim, Tak Perlu Balik ke Kota Asal

Rois Jajeli - detikNews
Pemutihan Pajak Kendaraan di Jatim, Tak Perlu Balik ke Kota Asal Kasubdit Regident Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Timur AKBP Eddwi Kurnianto (Foto: Rois Jajeli)
Surabaya - Pemerintah Provinsi Jawa Timur memberikan keringanan, pembebasan dan insentif pajak kendaraan bermotor. Warga Jawa Timur yang ingin membayar pajak tahunan maupun lima tahunan, sudah tidak perlu kembali ke kampung halamannya, karena bisa membayar di layanan samsat yang tersebar di berbagai daerah di Jatim.

"Nggak perlu kembali ke daerah asalnya. Bisa dibayarkan di samsat-samsat di daerah di Jawa Timur, karena sistemnya sudah online," kata Kasubdit Regident Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Timur AKBP Eddwi Kurnianto, Jumat (20/10/2017).

Pemberian keringanan, pembebasan dan insentif pajak daerah ini berdasarkan Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 67 Tahun 2017. Pergub tersebut memberikan keringanan dan pembebasan pajak yakni pembebasan pokok dan sanksi administratif berupa kenaikan dan atau bunga bea balik nama kendaraan bermotor (BBN-KB) atas penyerahan kedua dan seterusnya.

Pembebasan sanksi denda (bunga) pajak kendaraan bermotor. Serta insentif pajak kendaraan bermotor bagi angkutan umum orang dan angkutan umum barang nopol (plat) kuning sebesar 30 persen dari pokok pajak kendaraan bermotor.

Pemutihan pajak kendaraan bermotor ini berlaku selama 2 bulan mulai 23 Oktober hingga 28 Desember 2017.

"Pajak tahunan bisa dibayar di setiap layanan samsat yang ada di Jawa Timur," ujarnya.

Ia mencontohkan, masyarakat yang bekerja di Surabaya tapi kendaraannya dari daerah lain di Jatim, maka tidak perlu lagi balik kampung ke kota asalnya, untuk membayar pajak tahunan.

Selain itu, warga yang ingin melakukan perpanjangan STNK, juga tidak perlu balik ke kampung halaman, karena bisa dibayarkan di daerah lain. Cek fisik kendaraan juga bisa dilakukan di Samsat di Surabaya dan tidak perlu ke samsat kota asalnya.

"Sistemnya sudah online dan terintegrasi. Kecuali kalau kendaraan baru, itu tidak bisa dan harus melalui samsat induk," jelasnya.

Mantan Kasubdit Penerangan Masyarakat Bidang Humas Polda Jatim ini menambahkan, untuk mendukung program pemutihan, personel di kantor bersama Samsat, akan memberikan pelayanan lebih, seperti penambahan jam layanan operasional.

"Kalau pelayanan pada hari biasa kan jam 2 siang sudah tutup. Nanti kami lihat situasinya. Apakah pada 2 sampai 3 hari ke depan, kalau ramai bisa kita tambah jam pelayanannya. Biasanya ramai kalau seminggu mendekati masa pemutihannya habis," tandasnya.
(roi/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed