"Kami adalah satu-satunya tim dari ASEAN, otomatis kami adalah satu satunya tim Indonesia yang ikut acara ini," ujar General Manager (GM) Spektronics Putu Adhi Rama Wijaya, kepada wartawan, Rabu (18/10/2017).
Dari 13 orang di dalam tim, nantinya akan ada 4 orang yang berangkat ke Negeri Paman Sam itu. Mereka adalah Rifky Putra Herminanto, Irfan Nurul, Timotius Giovandi, dan Miftatul Hadi.
"Nanti nggak semua berangkat, cuma 4 orang saja yaitu Rifky, leader car Spektronics, dan tiga teman saya lainnya yaitu Irfan, Timoti, dan Mifta," kata Rama.
Spektronics Aerio Superior adalah generasi mobil ke-13 (Foto: Michelle Alda Gunawan) |
"Spektronics Aerio Superior atau biasa disebut Spektronics AS adalah mobil gas bertekanan dengan memanfaatkan reaksi dekomposisi Hidrogen Peroksida (H2O2) dengan katalis Ferum (III) klorida (FeCl3) yang menghasilkan gas oksigen (O2) bertekanan dan air (H2O)," ujar Rama
Gas bertekanan itu akan menggerakkan mobil melalui pneumatik.
"Sistem pneumatik digunakan sebagai mesin penggerak mobil. Sistem dilengkapi dengan roller valve untuk mengontrol pergerakan pneumatik, sehingga mobil ini tidak membutuhkan reaksi untuk stopping mechanism, melainkan berdasarkan hasil reaksi dekomposisi untuk bergerak dan memberhentikan mobil. Nantinya mobil akan berhenti apabila gas oksigen telah habis. Jadi, bahan bakarnya disesuaikan dengan kebutuhan jarak yang ditempuh," ujar Rama.
Rama mengatakan bahwa mobil ini dilengkapi dengan Safety Valve untuk meminimalkan bahaya dari gas bertekanan, selain itu, mobil ini juga ramah lingkungan.
Mobil ini ramah lingkungan (Foto: Michelle Alda Gunawan) |
Spektronics AS memiliki dimensi 36,8 cm panjang, 25,0 cm lebar, dan 29.0 cm tinggi dan dengan massa 7.500 gram. Reaktor yang digunakan terbuat dari bahan yang memiliki daya tahan korosi yang sangat baik yaitu SS316.
"Reaktor memiliki batas tekanan maksimum 22 bar dan telah tersertifikasi oleh PT Agibatandre Karya Mandiri. Pada reaktor itu terdapat double regulator yang memiliki peran untuk mengontrol flow rate gas dan memisahkan gas dari zat pengotor sehingga gas yang di lepas merupakan gas oksigen yang bersih," ujar Rama.
Tim Spektronics ITS (Foto: Michelle Alda Gunawan) |
"Biaya 30-40 juta rupiah karena mobil kami butuh reaktor yang custom sendiri. Pengerjaan mobil ini juga cukup lama, yaitu 3-4 bulan untuk perancangan buat mobil dan 2 bulan untuk reaktornya," ujarnya.
Dalam kompetisi ini, keakuratan mobil adalah yang dikompetisikan. Kompetisi berupa menjalankan mobil dengan jarak antara 15-30 meter dan membawa suatu muatan yaitu air dengan jumlah tertentu tertentu. Mobil yang memiliki error jarak yang paling kecil akan menjadi pemenangnya. (iwd/iwd)












































Spektronics Aerio Superior adalah generasi mobil ke-13 (Foto: Michelle Alda Gunawan)
Mobil ini ramah lingkungan (Foto: Michelle Alda Gunawan)
Tim Spektronics ITS (Foto: Michelle Alda Gunawan)