DetikNews
Selasa 17 Oktober 2017, 16:20 WIB

Istri Penjual Koran di Surabaya Sempat Larang Suami Bikin Curhat

Grasella Sofia Mingkid - detikNews
Istri Penjual Koran di Surabaya Sempat Larang Suami Bikin Curhat Wilem dan istrinya, Herwani (Foto: Grasella Sofia Mingkid)
Surabaya - Curhat yang dilakukan penjual koran, Wilem Jesen Pitoy, memang benar adanya. Bila tak percaya dengan keadaannya, boleh saja berkunjung ke kosnya di Pakis Gunung 2/46D.

Kos itu sangat sederhana, hanya berupa kamar seluas 3x3. Sang istri, Herwani, kini tak bekerja lagi karena kondisinya yang tak memungkinkan karena sakit ginjal

Detikcom mendatangi kos Wilem. Di kos itu, Wilem tinggal bersama istri dan seorang anaknya. Kos itu ia sewa dari salah satu warga bernama Takim.



Herwani sehari-harinya merupakan ibu rumah tangga biasa. Ia mulai merasakan sakit di bagian pinggul kiri ketika duduk atau berdiri di akhir tahun 2012. Namun dirinya tidak menghiraukan kondisi tersebut. Barulah pada tahun 2014 awal, ketika rasa sakitnya semakin parah, Herwani mencoba untuk memeriksakan diri ke poliklinik terdekat.

"Waktu itu pas ada uang Rp 300.000 saya periksa ke poli terdekat, lalu mereka rujuk ke laboratorium. Setelah diperiksa ternyata positif ginjal saya bermasalah dan saya dirujuk ke dokter spesialis urologi," jelas Herwani kepada detikcom, Selasa (17/10/2017).

Kala itu, Herwani mulai menyadari bahwa biaya yang akan ia butuhkan tidaklah murah. Ia pun mengurus BPJS dan mulai berobat ke Rumah Sakit Umum Haji Surabaya. Di sana ia diperiksa dan diberi obat selama tiga bulan. Namun, menurut Herwani, dirinya tetap merasakan sakit.

"Itu terus sakit, sampai beberapa hari sebelum tanggal 16 Mei 2014, saya drop, muntah-muntah dan pingsan. Suami saya kelabakan dan langsung membawa ke rumah sakit terdekat yaitu RS St. Vincentius A. Paulo (RKZ)," ujar Herwani.

Ketika mengetahui bahwa dirinya harus segera dioperasi, Herwani sempat menolak. Namun, karena dorongan sang suami dan anak-anaknya, ia akhirnya dioperasi.

"Saya ingin melarikan diri saja waktu itu. Tapi akhirnya kedua anak dan suami saya sepakat untuk menanggung bersama biaya.

Keluarga Herwani pada akhirnya harus menanggung biaya rumah sakit, operasi dan obat-obatan sebesar kurang lebih Rp 50.000.000.

"Waktu itu suami saya sudah kepepet, akhirnya tidak ada cara lain lagi, dia pinjam uang ke rentenir sambil terus bekerja menjual koran," ujar Herwani.

Di satu tahun pertama usai operasi, Wilem masih bisa menutupi biaya RS berangsur-angsur. Namun, memasuki tahun kedua, koran yang ia jual mulai sedikit peminat.

"Apalagi saya harus menutup utang di rentenir, jadi seperti gali lubang tutup lubang, dengan bunga yang demikian besar," ujar Wilem.

Herwani mengaku sempat stress dan ingin bunuh diri karena banyaknya hutang yang harus ditanggung sang suami. Namun, sang anak yang tinggal bersamanya selalu mengingatkan dia untuk tabah.

"Kalau dia liat saya dan suami cekcok, atau kalau saya stress, dia selalu suruh saya salat," ujar Herwani.

Bahkan, untuk membantu sang suami, Herwani sempat mencoba bekerja mencuci baju tetangga. Namun, karena kondisi fisiknya yang masih belum pulih, ia tidak bisa melanjutkan pekerjaan tersebut. Sebelumnya, Herwani bekerja di sebuah pabrik baju olahraga di daerah Mulyosari Surabaya.

Ketika mengetahui keinginan sang suami untuk menyelipkan surat curhatan di sela-sela koran jualan, Herwani sempat melarangnya.

"Saya sempat bilang gak usah pak, nanti dikira kita nipu. Tapi bapak bilang gak papa, habis mau gimana lagi, kalau orang-orang mau ngecek ke rumah, silakan saja," tutur Herwani.

Herwani juga mengaku, sang suami bukanlah hendak meminta-minta uang. Tetapi, ia ingin agar orang bisa membeli korannya.

"Maksudnya minta bantuan dibeli korannya aja biar lancar bayar hutangnya," kata perempuan 52 tahun ini.

Herwani sangat kasihan sekaligus bersyukur sang suami terus bekerja keras meski kondisi fisiknya tidak memungkinkan.

"Biar kaki bekas operasinya panas, bengkak, bernanah, bapak gak pernah ngeluh," ujar Herwani. Hingga kini, Herwani mengaku, sudah ada beberapa orang yang datang langsung ke rumahnya untuk memberi bantuan.

"Alhamdulilah, saya langsung lunasi beberapa utang," tuturnya.
(iwd/iwd)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed