DetikNews
Selasa 17 Oktober 2017, 09:24 WIB

Cerita Penderita Hemifacial Spasm yang Wajahnya Tiba-tiba Kejang

Grasella Sovia Mingkid - detikNews
Cerita Penderita Hemifacial Spasm yang Wajahnya Tiba-tiba Kejang Komunitas kanker Brain and Spine/Foto: Istimewa
Surabaya - Tidak ada dalam bayangan dr Lilih Dwi Priyanto M.MT mengalami Hemifacial Spasm. Hemifacial spasm merupakan kejang spontan dari area wajah atau kejang tidak disadari di salah satu bagian wajah karena kerusakan syaraf. Namun tidak merasakan sakit.

Saat itu pembuluh darahnya menempel di bagian saraf nomor tujuh yang fungsinya menggerakkan wajah. Akibatnya, mulai mata dan pipi bagian kanan saya bisa gerak-gerak sendiri.

"Hemifacial spasm ini saya alami selama 4 tahun, tepatnya 2004. Saya sudah banyak mendatangi dokter-dokter ahli bedah syaraf," kata Lilih kepada detikcom, Selasa (17/10/2017).

Butuh keyakinan dan kekuatan untuk berani menjalani operasi. Sebab, dirinya takut kepalanya harus dibongkar, lalu muncul efek lumpuh dan lain-lain. Dan suatu ketika Lilih membaca surat kabar dan mengetahui bahwa ada metode operasi di bagian kepala yang bisa dilakukan dengan minim risiko.

"Saya akhirnya bertemu dengan dr Sofyanto SpBS dari Comprehensive Brain and Spine Centre Surabaya. Kami banyak berdiskusi, sampai saya akhirnya yakin untuk dioperasi," ujarnya.

Ini salah satu kegiatan komunitas Brain and Spine/Ini salah satu kegiatan komunitas Brain and Spine/ Foto: Istimewa


Diakui Lilih, saat-saat menjelang operasi dirinya sangat takut memikirkan berbagai kemungkinan. Selain itu, dia juga merasa telah banyak waktu dan tenaga yang dikorbankan oleh keluarga untuk dirinya.

"Saat-saat sebelum operasi itu saya hanya bisa terkapar di rumah sakit dan banyak merenung. Saya mulai sadar betapa denyut jantung itu begitu mahal, betapa mata itu begitu indah, betapa kesehatan itu begitu berharga, dan dukungan dari orang-ornag terdekat sangatlah penting," kenangnya.

Beruntung, operasi Lilih yang ditangani dr Sofyanto berhasil. Lilih pun merasa begitu bersyukur.

"Saya sadar semua yang saya alami ini adalah maksud Tuhan. Saya dipertemukan dengan dokter dan penanganan yang tepat, sehingga hal tersebut bisa dibagikan kepada orang lain di luar sana yang juga sedang menderita karena kanker," ujarnya sambil menangis.

Sejak saat itulah, Lilih memutuskan untuk mendedikasikan hidupnya untuk kemanusiaan. Salah satu langkah yang dia lakukan adalah berbagi dengan sebanyak mungkin orang melalui komunitas Brain and Spine.

Sharing dan pertemuan komunitas Brain and Spine/Sharing dan pertemuan komunitas Brain and Spine/ Foto: Istimewa


"Di komunitas ini kami saling sharing, menguatkan satu sama lain, mengkampanyekan hidup sehat lewat seminar-seminar bersama para dokter dari CBSC dan membantu orang-orang yang menderita kanker otak dan tulang belakang untuk mendapatkan informasi dan penanganan yang tepat," ujarnya.

Sesuai dengan slogan yang dimiliki, teman dikala sakit, sahabat dikala sembuh, komunitas ini sangat menekankan suasana kekeluargaan.

"Puluhan ribu penderita di penjuru tanah air membutuhkan informasi sekaligus edukasi secara benar dan jelas tentang penyakit Brain & Spine. Yang kami lakukan adalah berusaha menyebarkan informasi mulai dari free buletin, website, radio, televisi, media cetak. Demikian juga gathering yang sering dilakukan," ujar pria yang pernah bekerja sebagai instruktur di Balai Latihan Teknik Direktorat Pendidikan Kejuruan ini.

Dengan jaringan yang dimiliki, komunitas Brain and Spain ini bahkan pernah membantu orang-orang yang tidak mampu secara finansial. Tak tanggung-tanggung, banyak penderita dari luar negeri yang kini sudah bergabung bersama Brain and Spain. Orang-orang dalam komunitas ini juga terus melakukan pendampingan pada para pasien kanker.

"Tuhan pasti memiliki tujuan kenapa saya dititipi ilmu, kenapa saya diberikan kesehatan. Itu semata untuk menyempurnakan akhlak kita. Maka saya memilih untuk berbuat kemanfaatan bagi sesama," pungkas Lilih.
(fat/fat)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed