"Saat ditemukan sudah tewas di pinggir sawah warga. Perut terburai karena tertabrak gerbong KA," ujar Kapolsek Glenmore AKP Mujiono kepada detikcom, Senin (16/10/2017).
Semula, tambah AKP Mujiono, polisi kesulitan mengenali mayat tersebut. Sebab polisi tidak menemukan identitas apapun di sekitar tubuh korban. Diduga kecelakaan itu terjadi Minggu (15/10) malam. Beruntung, beberapa saat setelah dibawa ke kamar jenazah, ada keluarga yang mengaku mengenali korban.
"Kita langsung bawa ke RSUD Genteng. Kita sebar informasi dan langsung ada keluarga yang tahu kemudian saat ini dijemput keluarganya," tambahnya.
Sementara Humas PT KAI Daop 9 Jember, Lukman Arif membenarkan peristiwa kecelakaan tersebut. Menurutnya, masinis KA 205 Tawangalun sudah memberi peringatan. Namun korban tak mengindahkan peringatan tersebut.
"Kami minta kepada masyarakat agar tidak berjalan di sepanjang rel kereta. Sangat berbahaya. Semoga tidak terjadi lagi," tambahnya. (fat/fat)











































