DetikNews
Minggu 15 Oktober 2017, 21:20 WIB

Datang ke Banyuwangi, Ini Aktivitas Nadine Chandrawinata

Ardian Fanani - detikNews
Datang ke Banyuwangi, Ini Aktivitas Nadine Chandrawinata Foto: Ardian Fanani
Banyuwangi - Nadine Chandrawinata blusukan ke Banyuwangi. Puteri Indonesia 2005 ini terlihat sibuk di Perairan Kili-Kili, Teluk Pangpang, Desa Wringinputih, Kecamatan Muncar. Ada apa?

Rupanya Nadine tengah sibuk menanam mangrove bersama dengan 100 anak muda di wilayah tersebut. 1.000 Bibit mangrove ditanam di lokasi konservasi mangrove yang kembali dibuka tahun 2003 lalu, pasca kerusakan akibat pertambakan.

Nadine terlihat sibuk menanam bibit mangrove di sepanjang Teluk yang dulunya dipercaya sebagai pelabuhan pada masa kerajaan Blambangan itu. Terlihat senyum kebahagiaan, saat bisa ikut bergabung dengan kegiatan yang dimotori Sea Soldier tersebut.

Ia mengaku bangga bisa ikut bergabung dengan anak-anak muda Banyuwangi untuk menanam mangrove, apalagi dari obrolan dengan mereka diketahui jika anak-anak muda itu baru pertama kali mengetahui tentang mangrove.

"Tadi sempat ngobrol ada yg baru tahu pohon mangrove. Baru pertama kali masuk ke lumpur. Dan ini pastinya jadi pengalaman buat mereka," ujar Nadien kepada wartawan, Minggu (15/10/2017).

Nadine Chandrawinata blusukan ke Banyuwangi/Nadine Chandrawinata blusukan ke Banyuwangi/ Foto: Ardian Fanani


Tak hanya menanam mangrove, Nadien juga mengkampanyekan bagaimana anak muda terlibat dalam pelestarian lingkungan. Ia juga memberikan contoh lain agar anak muda lebih perhatian pada isu lingkungan. Seperti tidak buang sampah sembarangan, membawa botol minum sendiri, tidak menggunakan sedotan plastik serta membawa tas sendiri untuk meminimalisir pengggunaan sampah plastik.

"Anak muda harus lebih peduli. Mendingan daripada selfie tidak jelas kenapa kita tidak selfie pada saat nanam mangrove. Ini akan diikuti juga sama follower kita," jelas Nadine.

Perairan Kiki-Kili saat ini terdapat 6 hektar hutan mangrove sebagai wilayah konservasi masyarakat sekitar. Pada tahun 1980-an, wilayah tersebut dijadikan tambak ikan dan kemudian ditinggalkan sehingga mangrove yang ada menjadi rusak.

"Setelah dibuat tambak dan nggak dipakai akhirnya rusak dan pada tahun 2003 hingga saat ini dilakukan peremajaan mangrove oleh warga sekitar," jelas Musyaeroni (44), ketua kelompok masyarakat pengawasan Perairan Kili-Kili.

Para pengunjung yang datang juga bisa menanam mangrove serta mengatur flora dan fauna yang ada di sekitar hutan mangrove.
(fat/fat)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed