Namun dari ratusan sepeda motor, hanya 5 sepeda motor yang memiliki kelengkapan kendaraan bermotor dan masih standar. Kapolresta Sidoarjo Kombespol Himawan Bayu Aji mengaku razia ini mencegah kecelakaan.
"Razia ini kita lakukan untuk pencegahan kecelakaan lalu lintas yang merugikan bagi dirinya sendiri," kata Kapolresta Himawan kepada wartawan di Mapolresta Sidoarjo, Minggu (15/10/2017).
136 Motor diamankan dari 200 anak balap liar/ Foto: Suparno |
Dia menegaskan, 136 kendaraan bermotor dan 203 pengendara diamankan. 93 Sepeda motor tidak dilengkapi STNK dan SIM, 30 sepeda motor ber-STNK namun tidak memiliki SIM, 4 sepeda motor ditinggal pemiliknya dan hanya 5 sepeda motor yang memiliki kelengkapan.
"Dalam razia, ada puluhan anak remaja dari luar Kota Sidoarjo. Seperti, Mojokerto, Surabaya, Pasuruan dan Gresik. Lalu ada satu anak asal Mojokerto yang kedapatan membawa 50 pil double L yang saat ini masih dalam penyelidikan," tambahnya.
Sementara bagi pemilik kendaraan, bisa mengambil sepeda motornya setelah melalui sidang. Tentu saja harus dikembalikan standart.
Ratusan pemuda yang diamankan balap liar diberi sarapan/ Foto: Suparno |
"Sepeda motor bisa diambil setelah memalui proses tilang dan harus dikembalikan dari standarnya. Selain itu juga akan kami panggil orang tua dan gurunya bagi yang masih sekolah," jelasnya. (fat/fat)











































136 Motor diamankan dari 200 anak balap liar/ Foto: Suparno
Ratusan pemuda yang diamankan balap liar diberi sarapan/ Foto: Suparno