DetikNews
Jumat 13 Oktober 2017, 14:13 WIB

16 Desa Masih Kekurangan Air Bersih, ini Langkah Pemkab Lamongan

eko - detikNews
16 Desa Masih Kekurangan Air Bersih, ini Langkah Pemkab Lamongan Dropping air bersih di salah satu desa di Lamongan (Foto: istimewa)
Lamongan - 16 Desa di Lamongan masih mendapatkan dropping air bersih. Dropping air bersih ini dilakukan karena 16 desa tersebut masih mengalami kesulitan air bersih akibat kemarau.

Ketua Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamongan Suprapto mengatakan dropping air bersih ini dilakukan untuk meringankan beban warga yang kesulitan untuk mendapatkan air bersih.

"Hingga saat ini, BPBD masih mendistribusikan air bersih ke desa-desa yang terdampak musim kemarau untuk meringankan beban warga di desa-desa tersebut," kata Suprapto, Jumat (13/10/2017).

Disebutkan oleh Suprapto, ke-16 desa yang sudah mengalami kekurangan air bersih dan mendapatkan bantuan air tersebut adalah Desa Bedingin, Bakalrejo, Pangkatrejo, Daliwangun, Kedungbanjar, Deketagung, dan Sidorejo di Kecamatan Sugio. Kemudian Desa Soko di Kecamatan Tikung serta Desa Pajangan dan Madulegi di Kecamatan Sukodadi.

Warga antre mendapatkan air bersihWarga antre mendapatkan air bersih (Foto: istimewa)
Sebagai upaya dalam menangani krisis air bersih itu, BPBD Lamongan juga tengah melakukan peningkatkan kualitas data, informasi dan pelaporan bencana dengan mengoptimalkan penggunaan Teknologi Informasi (IT) agar penanganannya maksimal. Selain itu, beberapa waktu lalu, Pemkab Lamongan juga mulai mengaktifkan Satuan Tugas (Satgas) Bencana Kekeringan dan Kebakaran. Selain penggunaan teknologi informasi, terang Suprapto, pihaknya juga menyediakan call center yang aktif selama 24 jam.

"Call center ini untuk memberikan jaminan kecepatan bantuan bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan bencana kekeringan dan kebakaran," katanya.

Di sisi lain, sebagai langkah jangka panjang, Pemkab Lamongan akan menormalisasi waduk dan embung di desa-desa untuk meningkatkan ketersediaan air baku. Komitmen untuk melakukan normalisasi ini ditunjukkan dengan penambahan anggaran sebesar Rp 14 miliar melalui Perubahan APBD 2017. Sebelumnya, melalui APBD 2017, Pemkab Lamongan sudah menganggarkan sebesar Rp 16,5 miliar untuk normalisasi saluran sungai dan pengerukan embung desa. Sehingga di tahun 2017 ini saja, anggaran yang disediakan untuk menjamin ketersediaan air baku saat musim kemarau tiba mencapai Rp 30,5 miliar.

Warga membuat tandon sederhana untuk menampung air bersihWarga membuat tandon sederhana untuk menampung air bersih (Foto: istimewa)
Kabag Humas dan Protokol Pemkab Lamongan, Agus Hendrawan mengatakan, komitmen Pemkab Lamongan untuk penyediaan air baku ini juga mendapat bantuan dari pemerintah pusat melalui skema Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk kegiatan rehabilitasi jaringan irigasi dan peningkatan pembangunan jaringan irigasi.

"Dengan upaya ini, kami berharap dalam jangka panjang, tidak akan terjadi kekeringan atau krisis air bersih," tuturnya.
(iwd/iwd)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed