"Ini kami harapkan memunculkan atlet Indonesia yang kompetitif bertarung dengan atlet-atlet dari manca negara," kata Irjen Pol Machfud Arifin disela meninjau lapangan Kejuaraan Tenis Meja Kapolda Cup 2017, di DBL Arena, Jalan Ahmad Yani, Surabaya, Kamis (12/10/2017).
Kejuaraan yang berlangsung 13-15 Oktober 2017 ini diikuti 320 peserta, termasuk atlet dari Indonesia serta 6 negara lainnya seperti Singapura, Malaysia, Vietnam, dan China. Bahkan, ada atlet tenis meja peringkat 26 dunia dari China yang membela Singapura.
Machfud mengatakan, dengan banyaknya atlet dari mancanegara, akan menguji skill atlet tenis meja Indonesia, untuk meraih prestasi lebih baik lagi. Selain itu, juga untuk memunculkan bibit atlet lainnya.
"Kami harapkan muncul bibit baru. Bibit lama tetap berlatih dan berkompetisi. Dulu juara tiga sekarang bisa juara 1. Dengan banyak berkompetisi dan pelatihan ini, bisa memotivasi menjadi lebih baik lagi," katanya.
Kapolda arek Suroboyo ini menceritakan, dirinya hobi bermain tenis mejanya sejak SMP. Saat masih SMP dan SMA, Machfud sering bermain pingpong dengan ayahnya.
Kapolda Jatim dengan Li Hu (Foto: Rois Jajeli) |
Saat mengecek lapangan, Kapolda sempat menguji atlet tenis meja urutan 26 dunia, Li Hu. Meski mengenakan pakaian dinasnya, kapolda nampak cekatan memegang bat tenis meja.
"Skillnya pak kapolda lumayan bagus," jawab Li Hu.
Atlet asal China yang dibeli Singapura ini mematok target menjadi juara di Kapolda Cup 2017.
"Target saya memenangi kejuaraan ini," jelas Li Hu.
Kombes Pol Agung Yudha Wibowo, Ketua Umum Panitia Kejuaraan Terbuka Tenis Meja Kapolda Cup 2017 menerangkan, ada 320 peserta yang terbagi dalam 5 kelas. Yakni kelas yunior di bawah 18 tahun, beregu putra, tunggal putra, tunggal putri, serta kelas eksekutif yang diikuti pejabat seperti Kapolda Bali, Kapolda Jatim, Kasat Sabhara Polrestabes Surabaya, hingga Kasatpol PP Kota Surabaya.
"Silakan masyarakat menyaksikannya, tidak dipungut biaya alias gratis. Selain memasyarakatkan olahraga, juga memberikan hiburan. Penonton juga akan dapat undian doorprize," jelas Agung, yang juga Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jatim. (roi/iwd)












































Kapolda Jatim dengan Li Hu (Foto: Rois Jajeli)