DetikNews
Kamis 12 Oktober 2017, 16:50 WIB

Nyamuk Berkembang Saat Cuaca Panas, Ini Yang Harus Diperhatikan

Grasella Sovia Mingkid - detikNews
Nyamuk Berkembang Saat Cuaca Panas, Ini Yang Harus Diperhatikan Foto: Gracella Sovia Mingkid
Surabaya - Nyamuk penyebab kematian terbesar di dunia dan menularkan malaria dan penyakit lainnya. Perubahan iklim yang semakin panas membuat nyamuk berkembang lebih cepat dan beradaptasi lebih lama. Untuk itu, masyarakat perlu melakukan upaya perlindungan diri dan lingkungan.

"Cuaca yang panas menyebabkan nyamuk semakin mudah dan cepat berkembangbiak. Jika nyamuk semakin banyak, maka mereka semakin banyak membutuhkan darah manusia sehingga individu yang terinfeksi semakin banyak," ujar anggota Persatuan Peneliti Penyakit Tropik dan Infeksi (PETRI) RSCM Dr dr Leonard Nainggolan, SpPD KPTI, Kamis (12/10/2017).

Selain itu, kata Leonard, iklim panas menyebabkan nyamuk lahir dengan ukuran yang lebih kecil. Hal ini membuat nyamuk semakin aktif untuk menggigit.

"Nyamuk membutuhkan lebih banyak protein dalam darah manusia untuk berkembangbiak," ujarnya.

Diketahui, data dari WHO tahun 2016 menyebutkan, penyakit yang ditularkan melalui nyamuk mencakup lebih dari 17% dari smeua penyakit menular. "Ini menyebaban lebih dari satu juta kematian setiap tahunnya," tambah Leonard.

Beberapa wabah penyakit yang ditimbulkan oleh nyamuk antara lain demam berdarah, malaria, demam kuning, chikungunya dan yang terbaru virus Zika.

"Perlu ada pembudayaan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) yang berkelanjutan sepanjang tahun. Selain itu perlu dibudayakan juga gerakan satu rumah, satu jumantik atua juru pemantau jentik," tegasnya.

Tempat pengembangbiakan nyamuk biasanya di septic tank, saluran air, parit, kolam, selokan dan lain-lain.

"Bahkan, 1 cc genangan air pun dapat menjadi tempat mereka berkembang biak. Sementara nyamuk dewasa beristirahat pada tumbuh-tumbuhan di tempat gelap yang ada di sekitar rumah atau gedung," tandasnya.

Untuk itu, masyarakat perlu memerhatikan hal ini. "Perlu sering melakukan survei ke tempat-tempat tersebut dan melakukan 3M, alias menguras, menutup dan mengubur. Atau memodifikasi tempat dan barang yang berpotensi menjadi sarang nyamuk. Misalnya, tumpukan ban bekas, lebih baik dimodifikasi menjadi pot bunga dibanding dibiarkan tertumpuk," katanya.

Produk insektisida rumah tangga juga dapat menjadi pilihan, penggunaan koil nyamuk, aerosol, electric vaporize dan liquid vaporizer misalnya. Selain itu, beberapa upaya seperti menanam tumbuhan pengusir nyamuk di area taman juga bisa dilakukan.

Untuk masyarakat perkotaan khususnya, spesialis penyakit dalam ini mengingatkan untuk memperhatikan tempat-tempat yang rawan ditempati nyamuk.

"Tanpa disadari, nyamuk bisa bersarang di dahan-dahan pohon atau di kantong-kantong pelepah pohon atau tanaman hias yang kita masukan ke dalam rumah. Itu bisa disiasati dengan memberikan tanah di sela-selanya. Selain itu, tempat-tempat seperti tatakan pot dalam rumah dan pembuangan AC yang tergenang air bisa jadi sarang empuk. Karena itu, perlu sering-sering dikuras," jelasnya.

Memerhatikan kebersihan tubuh juga menjadi hal yang penting. "Bau badan manusia lebih disukai nyamuk. Jadi perilaku hidup bersih tubuh juga perlu diperhatikan," pungkasnya.
(fat/fat)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed