"Kami melihat bu Susi sebagai orang yang kompeten di bidangnya, khususnya dalam proses mengelola sumber daya perikanan dan kelautan," ujar Rektor ITS Joni Hermawan.
Lebih lanjut, Joni mengatakan, Susi tidak melihat laut sebagai sumber aktivitas perkonomian saja, tapi juga memperhatikan konservasinya.
"Kami pernah banyak diskusi dengan beliau dan beliau selalu berpikir dalam jangka panjang. Jadi dalam manajemennya, bu Susi selalalu memerhatikan keberlanjutan sumber daya dan ekosistemnya," tambah Joni.
Selain karena kiprah Susi yang telah mendunia dalam konservasi sumber daya kelautan dan perikanan, Susi juga telah memenuhi persyaratan dari sisi akademik.
"Jadi kami sudah kaji dan mencoba mengumpulkan hal-hal berkaitan dengan akademis sejak September 2016 lalu. Bu susi tidak diragukan lagi dengan keahliannya, terbukti dengan Sertifikasi Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia yang dimilikinya berada di level 9 atau setara dengan gelar Doktor dalam akademik," jelas Joni.
Menteri Susi rencananya akan menerima gelar Doktor Honoris Causanya pada Puncak Dies Natalis ITS pada 10 November mendatang.
"Disana bu Susi juga sekaligus akan melakukan pidato tentang Manajemen dan Konservasi Sumber Daya Kelautan," ungkap Joni. (bdh/bdh)











































