DetikNews
Rabu 11 Oktober 2017, 16:13 WIB

Mengenal Bangunan Kolonial Belanda Surabaya Karya Estourgie

Michelle Alda - detikNews
Mengenal Bangunan Kolonial Belanda Surabaya Karya Estourgie Foto: Michelle Alda
Surabaya - Surabaya dikenal salah satu kota yang kaya akan cagar budaya arsitektur kolonial Belanda. Namun pernahkah kalian mendengar karya arsitek Estourgie?

Estourgie adalah salah satu arsitektur kolonial Belanda yang jarang diungkapkan. Untuk itu, untuk mengenal lebih dalam mengenai karya arsitek tersebut, Program Studi Arsitektur Universitas Kristen Petra Surabaya mengadakan workshop 'International Estourie Architecture' di Gedung P kampus lantai 6.

"Bangunan arsitek Estourie dirancang oleh Henry Louis Joseph Marie pada tahun 1925-1957. Ada beberapa bangunan arsitek Estourie di Surabaya yang kami tahu, yaitu di GKI Pregolan Bunder, Panti Asuhan Don Bosco, dan masih banyak lagi," ujar Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan UK Petra sekaligus dosen Program Studi Arsitektur UK Petra Timoticin Kwananda kepada wartawan di ruang rapat arstiktur UK Petra, Rabu (11/10/2017).

Workshop ini merupakan bagian dari hibah penelitian yang diperoleh dari Kedutaan Besar Belanda kepada Timoticin. Ia mendapatkan hibah sebesar Rp 230 juta mulai dari Mei 2016 hingga Mei 2018.

"Hibah ini merupakan hibah penelitian yang saya buat sejak tahun 2016 yang lalu, yang mana arsitek Estourgie dan karya-karyanya belum begitu dikenal oleh para akademisi arsitektur termasuk masyarakat umum di Indonesia. Hal ini membuat saya tertarik untuk mengungkapkan karakter khas bangunannya kepada publik," ungkap Timoticin.

Workshop ini dihadiri 24 mahasiswa arsitektur yang telah memasuki lebih tahun ketiga.

"Ada sekitar 24 mahasiswa yang nantinya akan diajak untuk melakukan kunjungan lapangan di beberapa tempat yang merupakan karya-karya arsitek Estourgie di Surabaya. Nantinya mereka akan mengidentifikasi dan mendokumentasikan bangunan bersejarah itu untuk mengungkapkan keunikannya," tandas Timoticin.

Tak hanya Timoticin, workshop ini juga menghadirkan sejarahwan arsitektur dari Belanda yang mendalami pada sejarah arsitektur kolonial Belanda Dr Pauline K.M Van Roosmalen.

"Saya seorang peneliti sejarah arsitektur kolonial, saya ingin tahu apa yang terjadi di jaman dulu pada bangunan peninggalan Belanda, baik sebelum maupun sesudah kemerdekaan," ujar Pauline.

Pauline berharap peserta workshop nantinya akan memperoleh banyak pengetahuan mengenai keunikan dan pengetahuan sejarah arsitektur karya Estourgie.

"Kami berharap dengan adanya workshop ini, peserta bisa belajar banyak dari keunikan bangunan dan pengetahuan sejarah mengenai arsitektur karya Estourgie," ujar Pauline.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed