detikNews
Rabu 11 Oktober 2017, 11:24 WIB

Ini Kata BPCB Trowulan Terkait Penemuan Koin Berhuruf China di Blitar

Erliana Riady - detikNews
Ini Kata BPCB Trowulan Terkait Penemuan Koin Berhuruf China di Blitar Koin asli China sebagai benda cagar budayaFoto: Erliana Riady
Blitar - Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jatim di Trowulan sangat menyayangkan temuan ratusan koin China diserahkan polisi dalam kondisi bersih, tanpa ada panitasi. Padahal panitasi sangat penting dalam proses identifikasi sebuah benda yang diduga sebagai cagar budaya. Panitasi merupakan lapisan kerak yang menempel di benda yang tertanam lama di dalam tanah.

"Pada proses identifikasi, panitasi itu menjadi faktor yang sangat penting untuk mengetahui usia sebuah benda. Panitasi pada benda cagar budaya, biasanya sangat susah untuk dihilangkan, walaupun dibersihkan memakai zat kimia. Tapi koin China ini sudah bersih semua, permukaannya juga halus. Padahal kata penemunya hanya direndam air semalam," ungkap pengkaji cagar budaya BPCB Jatim, Nonuk Kristiana kepada detikcom, Rabu (11/10/2017).

Panitasi, menurut Nonuk, biasanya berupa lapisan tanah, jamur atau lumut yang melekat kuat pada suatu obyek yang tertanam lama di dalam tanah.

"Kalau suatu benda panitasinya masih baik, utuh, warnanya cenderung kehijauan dan nampak korosif," jelasnya.

Namun pada 902 koin China temuan Marianto (48), warga Dusun Parang, Desa Semen, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, itu sama sekali tidak ditemukan adanya panitasi. Marianto sebetulnya menemukan ratusan koin China itu pada 26 Oktober.

Koin China temuan warga Blitar diduga benda seni/Koin China temuan warga Blitar diduga benda seni/ Foto: Erliana Riady


Namun dia baru melaporkan ke polisi pada 29 Oktober. Dalam durasi 3 hari itulah, diduga dia membersihkan ratusan koin tersebut dengan cara menggosok dengan alat pembersih logam.

"Saya temukan serpihan alat pembersih logam. Seperti rontokan kawat halus untuk membersihkan keraknya panci itu lho. Ini mungkin yang kebanyakan masyarakat belum tahu bagaimana penanganan awal ketika menemukan benda yang diduga cagar budaya," paparnya.

Dari panitasi itu, terang dia, akan diketahui umur sebuah benda, dibuat pada zaman apa dan apakah benda itu termasuk kategori benda cagar budaya atau hanya benda seni.

Kalau benda seni, terang Nonuk, klasifikasinya dibuat pada zaman sekarang. Bahannya terkadang sama dengan bahan cagar budaya, namun itu sangat jarang terjadi. Kebanyakan dari Kuningan dengan masa ringan. Namun dikondisikan warna dan tekstur yang mirip dengan benda cagar budaya.

"Kepeng sebagai benda seni masih diproduksi sampai saat ini. Seperti di Bali atau etnis Tionghoa sebagai salah satu sarana ritual agama, " jelasnya.

Koin China temuan warga Blitar diduga benda seni/Koin China temuan warga Blitar diduga benda seni/ Foto: Erliana Riady


Lalu bagaimana ciri mata uang asli China itu? Nonuk menjelaskan, mata uang logam China atau sering disebut uang kepeng. Secara histori pernah berkembang dan populer pada masa Majapahit. Ini karena adannya hubungan dagang yang cukup erat antara China dan Kerajaan Majapahit. Hingga mata uang China ini digunakan sebagai alat pembayaran resmi pada masa Majapahit. Sehingga mata uang ini banyak ditemukan tersebar di berbagai wilayah kerajaan Majapahit.

Yang kedua, lanjut dia, jika dilihat dari bahannya. "Saat jaman klasik, Kuningan belum dikenal. Mata uang cagar budaya biasanya terbuat dari perunggu yang berat dan tidak berbunyi nyaring seperti ini," kata Nonuk sambil melempar koin itu ke lantai.

Berdasarkan bahannya, kata Nonuk, mata uang asli dari masa itu , berbahan emas, perak dan tembaga. Berbentuk bulat dengan tepian keliling disebut dengan Kuo. Ditengahnya terdapat lubang persegi empat yang disebut Bua.

Berdasarkan hiasannya mempunyai 2 bidang sisi. Bidang muka disebut Mein. Pada bidang ini terdapat 4 buah hurup China. Pada posisi atas bawah, kanan dan kiri. Sedangkan pada bidang belakang disebut Duo.

"Ini yang sisi bawah halus , kemungkinan sudah digosok karena saya temukan serpihan alat pembersih logam," ungkapnya.

Dari identifikasi awal ini, Nonuk berpendapat jika koin China yang ditemukan warga Blitar itu lebih cenderung sebagai benda seni.

"Tapi tetap kita tunggu hasil laboratorium seperti apa. Nanti akan kita tentukan bagaimana penanganan selanjutnya," pungkasnya.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com