detikNews
Rabu 11 Oktober 2017, 09:14 WIB

BPCB Ungkap Kejanggalan Penemuan Koin Berhuruf China di Blitar

Erliana Riady - detikNews
BPCB Ungkap Kejanggalan Penemuan Koin Berhuruf China di Blitar Ratusan koin berhuruf China ditemukan di Blitar/Foto: Erliana Riady
Blitar - Ratusan koin berhuruf China yang ditemukan di Blitar, diduga benda sendi. Saat identifikasi awal, Pengkaji Cagar Budaya Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jatim, Nonuk Kristiana juga menemukan kejanggalan.

Kejanggalan itu didapat saat bertemu sang penemu, Marianto (48) dan diajak menunjukkan lokasi di Desa Semen, Kecamatan Gandusari, Selasa (10/10). Warga RT 2 RW 1 Dusun Parang, ini mengajak menuju lokasi yang jaraknya cukup jauh.

"Ternyata jaraknya cukup jauh, sekitar 8 Km dari jalan desa. Lalu naik ke dataran lebih tinggi sekitar 2 km dan hanya bisa ditempuh dengan jalan kaki atau motor," kata Nonuk Kristiana kepada detikcom, Rabu (11/10/2017)

Nonuk pun mendengarkan pengakuan Marianto. Marianto mengaku sebelum menemukan ratusan koin berhuruf China, dirinya bermimpi.

Baca Juga: Ratusan Koin Berhuruf China Ditemukan di Blitar Diduga Benda Seni

"Penemunya bilang, semalam sebelum ditemukan koin ini, mimpi disuruh lelaki tua untuk mencari jamur lagi di sekitar lokasi. Dan saat paginya, dia mencari jamur lagi, ternyata menemukan dua renteng koin China yang diikat seutas ijuk," terangnya.

Dua renteng koin itu, lanjut dia, ditemukan di atas tanah dengan posisi berdekatan. Lalu Marianto menggali tanah di dekatnya sedalam 40 cm dan menemukan ratusan koin lain terikat ijuk di dalam tanah, tanpa ada wadahnya.

Dari penuturan Marianto itu, Nonuk menemukan beberapa kejanggalan. Pertama, jika koin ini memang peninggalan masa lalu, tidak mungkin kondisi seutas tali ijuk itu masih utuh.

Ratusan koin berhuruf China ditemukan/Ratusan koin berhuruf China ditemukan/ Foto: Erliana Riady


"Yang besi saja, kalau sudah lama berbaur dengan tanah bisa korosi. Lha ini ijuk kok masih utuh. Sayangnya penemu tidak memperlihatkan kondisi ijuknya. Dia langsung mreteli koin itu, katanya biar mudah dibersihkan," tutur wanita berambut cepak itu.

Kejanggalan kedua, Marianto menemukan koin China itu 26 Oktober, sementara polisi menerima laporan penemuan itu pada tanggal 29 Oktober.

"Dia bilang langsung lapor polisi. Lalu saya kesana, ternyata masih ada koin lain yang tidak semuanya diserahkan polisi. Yang lebih janggal, dia bilang hanya merendam koin-koin itu semalam. Tapi kondisi koin-koin itu sangat bersih sampai tidak ada panitasinya (Kerak yang menempel kuat pada lapisan logam)," jelas Nonuk.

Baca Juga: Warga Blitar Temukan Ratusan Koin Kuno Berhuruf China

Saat berkunjung ke lokasi temuan, Nonuk melihat penemu, Marianto, masih menyimpan beberapa koin lain di rumahnya.

"Seharusnya semua diserahkan ke polisi. Kalau dalam laporan polisi kemarin tercatat ada 760 keping, ini saya bawa 10 sampel yang kondisinya masih kotor. Dan beberapa ada yang bersih. Kami hitung bersama di Mapolres tadi. Yang diamankan polisi sebanyak 902. Tapi penemu masih menyimpan sebagian juga ," tuturnya.

Dari kasus ini, Nonuk berharap, bagi masyarakat yang menemukan benda yang diduga cagar budaya agar menjaga keasliannya.

"Jadi tidak usah dibersihkan dulu. Biarkan pada posisi semula. Hal pertama yang harus dilakukan adalah lapor ke polisi. Sesuai UU Cagar Budaya No 11 tahun 2010, jika tidak melaporkan temuan itu ke polisi dalam jangka waktu 14 hari, akan dikenakan sanksi," tegasnya.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com