Konjen Australia Berdiri di Surabaya, Ini Harapan Jatim

Konjen Australia Berdiri di Surabaya, Ini Harapan Jatim

Rois Jajeli - detikNews
Rabu, 11 Okt 2017 01:58 WIB
Konjen Australia Berdiri di Surabaya, Ini Harapan Jatim
Gus Ipul menerima Konjen Australia untuk Surabaya Mr. Chris Barnes
Surabaya - Konsulat Jenderal (Konjen) Australia berdiri di Surabaya. Keberadaan Konjen Australia tersebut diharapkan mampu mempererat hubungan kerjasama bilateral antara pemerintah Australia dan Pemprov Jawa Timur.

"Jadi sekarang ada empat konjen di Surabaya, yakni Konjen Australia, Amerika Serikat, Jepang dan Republik Rakyat Tiongkok," terang Wagub Jatim Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dalam siaran pers yang diterima, Rabu (11/10/2017) dinihari.

Gus Ipul menerima Konjen Australia untuk Surabaya Mr. Chris Barnes di Ruang Kerja Wagub Jatim Kantor Gubernur Jatim pada Selasa (10/10). Ia menjelaskan, keberadaan Konjen Australia ini semakin mempererat hubungan kerjasama bilateral antara Jatim dengan Australia.

"Hubungan kerjasama ini tidak hanya dari perdagangan, tetapi juga budaya dan pendidikan, investasi, serta pariwisata," sambungnya.

Gus Ipul mengatakan, dalam kurun waktu 2013 hingga Juli 2017, nilai ekspor Jatim ke Australia mencapai 1.779,69 juta dollar AS. Sedangkan nilai impornya sebesar 2.870,85 juta dollar AS.

Dengan komoditas utama non migas Jatim yang diekspor ke Australia seperti kayu, barang dari kayu, kertas/karton, daging dan ikan olahan. Sementara komoditas utama non migas Jatim yang diipor dari Australia adalah gandum-ganduman, perhiasan, aluminium, bahan kimia anorganik, dan mesin pesawat.

Untuk nilai investasi Australia di Jatim sejak tahun 1970 sampai dengan semester I tahun 2017, sebanyak 66 proyek dengan nilai investasi sebesar 894 juta dollar AS.

Gus Ipul juga menyampaikan, Gubernur Jatim Soekarwo telah menandatangani perpanjangan Memorandum of Understanding (MoU) Kerjasama Sister Province dengan Australia Barat.

Jatim, kata Gus Ipul, juga telah meresmikan kerjasama konsorsium perguruan tinggi negeri yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, mendukung pembangunan dan meningkatkan hubungan antar masyarakat.

Pada tahun ini, lanjutnya, Pemerintah Australia Barat bekerjasama dengan Hearing AID East Java juga akan memberikan beasiswa S2 master of clinical audiology bagi Jatim kepada Valina Khiarin Nisa, S.Psi dari Fakultas Psikologi Unair.

"Pemberian beasiswa tersebut merupakan langkah konkrit Pemerintah Australia Barat mendukung komitmen Pemerintah Jatim dalam memberikan pelayanan lebih baik kepada Anak Berkebutuhan Khusus di Jatim," terang Gus Ipul. (roi/ugik)
Berita Terkait