DetikNews
Selasa 10 Oktober 2017, 19:11 WIB

Dituduh Mencuri Kayu, Bapak Anak Menantu Ditahan

M Rofiq - detikNews
Dituduh Mencuri Kayu, Bapak Anak Menantu Ditahan Warga dan penasihat hukum tersangka ke Polres Pasuruan (Foto: M Rofiq)
Probolinggo - Sekitar 15 warga Pakuniran mendatangi Polres Probolinggo. Mereka memprotes dan mempertanyakan proses hukum terhadap tiga warganya yang dianggap janggal.

Mereka mempertanyakan penahanan terhadap Surip (60), Saleh (30), dan Basar (27). Saleh merupakan menantu Surip, sementara Basar anak dari Surip.

"Ada ketidaktransparan pihak kepolisian terhadap kasus yang menjerat satu keluarga ini," ujar Jandu, penasihat hukum tersangka di Polres Probolinggo, Selasa (10/10/2017).

Jandu mengatakan, ketiga tersangka ini dituduh telah mencuri kayu. Padahal itu adalah kayu mereka sendiri. Justru para tersangka ingin menyelamatkan kayunya dari pencurian.

Ada empat batang pohon yang dituduhkan dicuri tersangka yakni pohon kamelina, mahoni dan pakem. Kasus ini menurut Jandu berawal saat Ummi Kulsum, salah seorang saudara Surip menebang pohon di lahan milik Surip pada 29 Juli 2017.

Pohon itu adalah pohon yang ditanam Surip sendiri. Ummi Kulsum menebang pohon untuk memenuhi permintaan Mursidi. Mursidi sendiri hendak menjual pohon itu kepada Sanapi.

Batang pohon akhirnya berada di tangan Mursidi. Saat Mursidi akan membawa kayu itu ke Sanapi, para tersangka mengetahuinya. Mereka mencegat Mursidi dan meminta kayu itu kaena merasa tidak pernah menjual pohon pada siapapun.

Akibat tak mendapat kayu yang diinginkannya, Mursidi dan Sanapi melaporkan ketiga tersangka ke Polsek Pakuniran pada 2 Agustus 2017. Tuduhannya adalah pencurian kayu karena Mursidi dan Sanapi merasa telah membeli kayu itu.

"Terlapor itu orang tidak mampu. Apakah tidak ada penyelidikan sebelumnya tentang berkas kepemilikan tanah. Masak, yang punya lahan dan pohon di tahan. Itu sangat janggal," ujarnya.

Sementara itu, kasat Reskrim Polres Probolinggo AKP Riyanto mengatakan, kalau proses penahanan yang sudah di lakukan pihaknya sudah sesuai dengan prosedur. Apalagi berkas itu sudah di limpahkan ke Kejaksaan Negeri Kraksaan Kabupaten Probolinggo.

"Kami bekerja sudah sesuai dengan prosedur. Kalau kami anpa bukti yang kuat, kami tidak berani melakukan penahanan," kata Riyanto.
(iwd/iwd)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed