detikNews
Selasa 10 Oktober 2017, 15:55 WIB

Pesilat dan Polisi Lamongan Tanda Tangani Petisi Damai

Eko Sudjarwo - detikNews
Pesilat dan Polisi Lamongan Tanda Tangani Petisi Damai Petisi ini untuk dukungan kepada Polrestabes Surabaya (Foto: Eko Sudjarwo)
Lamongan - Ratusan pesilat dari perguruan Persatuan Setia Hati Terate (PSHT) dan Polres Lamongan menandatangani petisi damai buat Polrestabes Surabaya. Petisi dibuat sebagai seruan dukungan ke Polrestabes Surabaya.

Isi petisi itu adalah 'Kami warga Lamongan mendukung kinerja kepolisian mengusut tuntas para pelaku penganiayaan, Kami warga PSHT Lamongan akan terus mengawal proses hukum yang sedan berjalan dan Kami warga PSHT Lamongan menolak semua jenis kekerasan'.

Ketua Cabang PSHT Lamongan Suharto dan Waka Polres Lamongan Kompol Imara Utama menjadi yang pertama membubuhkan tanda tangan dalam petisi itu, diikuti Pengurus Cabang hingga Ranting PSHT, dan anggota Kepolisian.

"Kami memberikan support dan dukungan ke kepolisian khususnya Polrestabes Surabaya, agar permasalahan ini segera dituntaskan," kata Suharto di Padepokan PSHT, Kecamatan Sukodadi, Selasa (10/10/2017).

Polisi meminta agar semuanya bisa menahan diriPolisi meminta agar semuanya bisa menahan diri (Foto: Eko Sudjarwo)
Dikatakan Suharto, dalam kegiatan yang diawali dengan doa bersama ini, Pengurus Cabang PSHT Lamongan juga memberikan arahan ke anggota PSHT bahwa permasalahan ini akan diselesaikan secara hukum.

"Adik-adik saya di SH Terate sudah saya imbau selalu menjaga keamanan, ketertiban, tidak mudah terpancing isu-isu yang menyesatkan yang bisa merugikan diri sendiri dan SH Terate. Untuk menghadapi permasalahan ini selalu berkoordinasi dengan pengurus di wilayah setempat," tuturnya.

Di kesempatan yang sama, Imara mengacungkan jempol untuk langkah yang dilakukan Pengurus Cabang PSHT Lamongan. "Jadi kegiatan kami dukung sepenuhnya kegiatan ini untuk menjaga kondusifitas Lamongan," ujarnya.

Imara juga berpesan agar para anggota PSHT supaya bisa menahan diri dan tidak mudah terprovokasi. "Kami sampaikan rekan-rekan PSHT Lamongan jangan sampai terpengaruh atau terprovokasi kadang berita-berita yang tidak benar," ucapnya.

Polisi dan pesilat tanda tangan petisiPolisi dan pesilat tanda tangan petisi (Foto: Eko Sudjarwo)
Untuk diketahui, doa bersama dan penandatangan petisi ini muncul setelah adanya bentrok massa suporter bola dan pesilat di Jalan Balongsari Tandes, pada Sabtu (30/9/2017). Bentrokan terjadi usai pertandingan Liga 2 antara Persebaya kontra Persigo Semeru FC. Setelah peristiwa itu, juga terjadi di Jember bentrokan antara suporter dengan pesilat.

"Dari Polrestatabes Surabaya sudah ada 4 tersangka yang ditetapkan, mari kita kawal dan mari kita dukung gar permasalahan ini cepat tuntas dan dapat diusut dengan tuntas," tandas Imara.
(iwd/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com