"Tentu saja secara ideal, kita harus dorong kader kan. Tapi kita melihat bagaimana peta politiknya nanti," kata Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto.
Baca Juga: Megawati Gali Aspirasi Kiai soal Calon Gubernur Jatim
Hasto mengaku, dialog serta komunikasi sudah dilakukan, yang nantinya akan dilaporkan kepada Ketua Umum Megawati Soekarnoputri. Dan pastinya keputusan akan menunggu dari mantan Presiden Republik Indonesia kelima itu.
Baca Juga: Giliran Kiai Sepuh NU dari Malang Kirim Surat untuk Megawati
"Tentunya keputusan ada kepada beliau," terang Hasto saat ditemui detikcom disela-sela Bimtek Anggota Fraksi PDIP DPRD Provinsi,Kota/Kabupaten se-Jawa Timur di Hotel Harris, Malang, Senin (9/10/2017), malam.
Sebagai partai, kata Hasto, memiliki tugas untuk menyiapkan pemimpin, dari internal partai. Tetapi PDIP juga membuka diri untuk proses kaderisasi di luar partai.
Baca Juga: Ini Candaan Sekjen PDIP atau Sinyal Risma Cagub Jatim?
"Yang tentunya mewakili elemen kebangsaan, aspek kesejarahan, emosional boarding dengan partai, dengan Bung Karno, dengan ibu ketua umum. Dan di situlah partai akan mengambil keputusan terbaik Cagub dan Cawagub Jawa Timur," sambung Hasto.
Dia memastikan keputusan akan disampaikan secara langsung pada 15 Oktober 2017. Apakah Gus Ipul serta nama lain mendapatkan rekom partai? "Kita akan lihat sebuah kombinasi terbaik untuk Jawa Timur. Diputuskan pada 15 Oktober nanti," tandasnya.
Baca Juga: Kiai NU Surati Megawati, Apa Isinya?
Menurut Hasto, semua calon memiliki peluang sama. PDIP tidak membedakan satu sama lain, sebelum rekomendasi itu keluar.
"Semua pasangan calon status semua sama, kita tidak membedakan sebelum rekomendasi itu keluar," ujarnya.
Dikatakan, PDIP hingga kini belum mengeluarkan sebuah keputusan untuk Cagub dan Cawagub Jawa Timur. Artinya, tidak satupun yang tercederai, karena semua masih memiliki peluang yang sama.
Jika tak memilih Gus Ipul, apa tidak akan mencederai kiai sepuh NU yang telah mengusulkan ke Megawati?
"Kan keputusan belum diambil, maka tunggu saja tanggal mainnya," jawabnya.
Baca Juga: Dukung Gus Ipul, Ketua PWNU Jatim Kirim Surat buat Mega
Ketua PWNU Jatim KH Mutawakil Allalah secara pribadi telah berkirim 'surat cinta' melalui Wakil Sekjen DPP PDIP Ahmad Basarah beberapa waktu lalu. Namun, berisi apakah surat cinta itu. Hingga kini masih misteri.
"Surat itu hanya untuk Ibu Mega, jadi dirahasiakan," katanya.
Baca Juga: Benar Maju Pilgub Jatim? Risma: Tunggu Tanggal Mainnya
Di Surabaya, Hasto juga menemui Wali Kota Tri Rismaharini. Dalam pertemuan itu, Hasto menyebut Tri Rismaharini berpeluang besar sebagai calon gubernur dalam Pilgub Jatim 2018.
Menurutnya, Wali Kota Surabaya merupakan seorang pemimpin yang sangat diapresiasi rakyat. Sehingga banyak mendapat penghargaan sebagai apresiasi.
"Bu Risma juga punya peluang. Ini kan pemilu rakyat, rakyat kan mengapresiasi terhadap kepemimpinan Bu Risma, maka Bu Risma menerima penghargaan. Di mana-mana artinya rakyat memberi apresiaisi," kata Hasto di Rumah Dinas Wali Kota Surabaya, Jalan Sedap Malam, Senin (9/10/2017).
Baca Juga: PDIP Sebut Risma Berpeluang Jadi Cagub Jatim
"Ketika rakyat memberi apresiasi, setiap pemimpin punya peluang untuk terus diperjuangkan rakyat menjadi pemimpin dan hasil survey kami sangat tinggi. Survei kami Bu Risma ini tinggi," ungkap Hasto.
Ia mengungkapkan, kepemimpinan Risma sebagai wali kota yang diusung PDIP menunjukkan politik yang bergerak ke bawah.
(ugik/ugik)











































