DetikNews
Senin 09 Oktober 2017, 14:59 WIB

Masih Terjadi Antrean Elpiji Melon di Magetan, Harga di Atas HET

Sugeng Harianto - detikNews
Masih Terjadi Antrean Elpiji Melon di Magetan, Harga di Atas HET Warga antre membeli elpiji melon (Foto: Sugeng Harianto)
Magetan - Masih terjadi antrean pembelian elpiji melon di Magetan. Pangkalan bahkan menaikkan harga di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) dengan alasan permintaan yang meningkat.

Harga HET isi elpiji adalah Rp 16 ribu. Namun permintaan yang meningkat membuat pangkalan menjualnya menjadi Rp 16-17 ribu.

"Di Toko Belda saya beli Rp 17 ribu. Itu pun harus daftar dulu," ujar salah satu pembeli berinisial Y kepada detikcom, Senin (9/10/2017).

Toko Belda yang juga merupakan pangkalan elpiji memang diserbu pembeli yang membeli untuk digunakan sendiri maupun untuk dijual lagi. Pemilik Toko Belda, Ida Wahyuni, mengaku memang menjual di atas HET.

""Kalau ambil sendiri ke sini Rp 16.500. Kalau diantar Rp 17 ribu, tambah buat transport," kata Ida kepada detikcom, Senin (9/10/2017).

Masih Terjadi Antrean Elpiji Melon di Magetan, Harga di Atas HETFoto: Sugeng Harianto
Ida mengatakan bahwa alasan kenaikan harga elpiji melon dikarenakan kebutuhan yang meningkat. Selain itu banyak petani yang menggunakan elpiji untuk bahan bakar mesin pompa air di Sawah.

Ida menjelaskan, fenomena peningkatan permintaan elpiji selalu terjadi saat musim kemarau. Banyak petani menggunakan elpiji untuk bahan bakar mesin diesel pompa air di sawah.

Untuk menyiasati terjadinya rebutan pembeli karena antre, Ida membuat aturan kepada para pembeli wajib mengantre mendaftar dulu. Jika elpiji datang maka pembeli langsung di hubungi dan dikirim.

"Kami wajibkan daftar dulu tiap pagi, jadi tidak bisa rebutan. Begitu barang datang langsung kami bagi, langsung habis," tutur Ida.

Ida menambahkan, untuk hari normal, dirinya mendapat jatah dari agen Magetan sebanyak 560 tabung setiap hari. Namun saat ini, dia hanya mendapat jatah 500 tabung setiap harinya. Jumlah itu selalu habis diserbu 200 pedagang pengecernya dengan jatah 10-20 tabung.

"Sehari 500 tabung tapi juga langsung habis buat rebutan pelanggan," pungkas Ida.

Pangkalan elpiji lain yang ada di Jalan Raya Barat Karangsono juga habis diserbu pelanggan. Pangkalan milik Lis ini hanya mendapat jatah elpiji 100 tabung tiga kali dalam seminggu.

"Biasanya jatahnya 200 tabung. Tetapi sekarang cuma 100 tabung. Tapi langsung diserbu. Sini punya hanya 200 tabung kosong," jelas pegawai pangkalan milik Lis.

Kenaikan harga di pangkalan, juga membuat harga elpiji di tingkat eceran juga naik. Dari pantauan detikcom, harga elpiji di tingkat pengecer di sebagian wilayah Magetan Rp 20-23 ribu per tabung 3 kg.

"Pengecer tetangga saya ada yang Rp 20 ribu, ada juga yang Rp 23 ribu. Kalau ada ndak papa, kadang kosong," kata jelas Siti Aurel, warga Kentangan, Magetan.
(iwd/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed