Percepatan pembangunan tersebut juga akan lancar jika didukung dengan keamanan dari kepolisian maupun TNI.
"Pada prinsipnya, kita sangat mendukung program pemerintah," kata Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin, Senin (9/10/2017).
Kapolda menerangkan, konektivitas antar daerah sangat diperlukan, untuk memperlancar arus manusia maupun logistik. Dampaknya pada perekonomian warga di daerah tersebut dan ujungnya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Misalnya, dengan adanya bandara di Sumenep, akan berdampak pada masyarakat di Madura. Memudahkan masyarakat untuk menanamkan investasinya. Memudahkan masyarakat untuk mengunjungi wisata yang ada di Sumenep dan daerah Madura lainnya. Ujung-ujungnya, ekonomi masyarakat Madura akan terdongkrak lebih baik lagi," tuturnya.
Presiden mengapresiasi Kementerian Perhubungan yang telah memperpanjang landasan Bandara Trunojoyo dari 1.100 meter menjadi 1.600 meter sehingga pesawat komersial kelas ATR sudah dapat mendarat sejak minggu lalu.
Namun presiden memerintahkan Menteri Perhubungan agar Bandara Trunojoyo bisa digunakan oleh pesawat yang lebih besar lagi. Hal ini disampaikan presiden mengingat Pulau Madura dengan penduduk 5.800.000 jiwa memiliki potensi ekonomi dan mobilitas tinggi bepergian ke berbagai destinasi.
Kapolda berharap, agar masyarakat juga ikut mendukung program Presiden Jokowi tentang pembangunan konktevitas antar daerah. Katanya, jangan ada yang menghalang-halangi demi kepentingan pribadi.
"Ini untuk kepentingan masyarakat umum. Jika ada persoalan, dapat diselesaikan dengan komunikasi yang baik, dibicarakan dengan baik dan tetap menjaga situasi keamanan tetap aman dan kondusif," jelasnya. (roi/fat)











































