DetikNews
Senin 09 Oktober 2017, 09:58 WIB

Barber Shop Ini Pakai Cara Anti Mainstream Potong Rambut Pelanggannya

Michelle Alda - detikNews
Barber Shop Ini Pakai Cara Anti Mainstream Potong Rambut Pelanggannya Foto: Michelle Alda
Surabaya - Tak sekadar menjadi barber shop tertua di Surabaya, Shin Hua memiliki cara anti mainstream memotong rambut pelanggannya. Sejak didirikan tahun 1911, Barber Shop di Jalan Kempung Jepun No 58, ini memakai silet.

"Dulu zaman saya potongnya lain, nggak pakai gunting tapi pakai silet," kata Pemilik Barber Shop Shin Hua, Tan Ting Kok (68) kepada wartawan di rumah sekaligus tempat usahnya yang sudah ditutup 5 tahun lalu, Senin (8/10/2017).

Namun cara unik potong rambut itu justru dimanfaatkan para perusak Tan Ting Kok merusak nama baik Shin Hua.

"Gara-gara motong rambut pakai silet, nama baik barber shop saya dirusak sama saingan. Mereka bilang ke orang-orang yang biasa potong di tempatku, kalau silet bisa bikin rambutnya rusak. Jadi mereka nggak mau dipotong rambutnya pakai silet," ujar Tan Ting Kok.

Apalagi, tahun 1905-1960-an barber shop dengan jasa pijat sangat terkenal alias sedang trend. Namun Tan Shin Tjo, ayah Tan Ting Kok tidak mengikuti arus trend tersebut.

Ini cara anti maistream potong rambut pelanggan/Ini cara anti maistream potong rambut pelanggan/ Foto: Michelle Alda


"Zaman itu usum (musim) barber shop ada pijat, tapi bukan saya yang menciptakan ide itu. Punya saya nggak ada pijat sama sekali," ujar Tan Ting Kok.

Dampak dari menjamurnya barber shop dengan jasa pijat membuat pemerintahan kota madya saat itu meminta para pemilik barber shop mengubah surat izinnya. Semula izin mendirikan barber shop, menjadi surat izin mendirikan kap salon.

Baginya, kap salon adalah ruang atau tempat memangkas dan menata rambut bagi pria atau wanita.

"Imbasnya ke saya itu (barber shop dengan jasa pijat). Gara-gara itu saya diminta buat ganti surat izin. Saya nggak mau karena di tempat saya nggak ada jasa pijat. Barber shop tetaplah barber shop dan saya kukuh tidak mau menggantikan dengan kap salon," tandas Tan Ting Kok.

Kini, pelanggan Barber Shop Shin Hua sudah banyak yang meninggal dunia. Dia pun menutup usahanya agar tidak memakan biaya untuk pembayaran pajak.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed