DetikNews
Senin 09 Oktober 2017, 08:54 WIB

Menengok Barber Shop Tertua di Surabaya

Michelle Alda - detikNews
Menengok Barber Shop Tertua di Surabaya Barber Shop Shin Hua/Foto: Michelle Alda
Surabaya - Di sudut Jalan Kembang Jepun, sebuah bangunan tua rupanya menjadi tempat barber shop tertua di Kota Surabaya. Disebut tertua, karena barber shop yang diberi nama Shin Hua itu berusia 1 abad lebih.

Berdiri sejak tahun 1911, Barber shop ini merupakan warisan Tan Shin Tjo, seorang pria yang datang dari Republik Rakyat Tiongkok untuk mengadu nasib di Indonesia. Tan Shin Tjo memiliki 17 anak. Anak ke-8 bernama Ting Kok (68) lah yang meneruskan barber shop tersebut.

Di ruangan sekitar 5x3 meter kesan vintage barber shop itu semakin kental. Beberapa kursi barber buatan China sebelum tahun 1911 tertata rapi di depan cermin besar. Begitu juga alat pemotong rambut juga tertata rapi. Di masanya, fasilitas Barber Shop Shin Hua termewah pada zamannya.

"Plang namanya saya cabut sekitar 5 tahun lalu, karena ini salonnya sudah tidak beroperasi lagi. Daripada uangnya habis buat bayar pajak, lebih baik saya stop. Toh pelanggan sini juga sudah pada meninggal," ujar Tan Ting Kok, di rumahnya sekaligus tempat barber shopnya, Senin (9/10/2017).

Barber Shop Shin Hua/Barber Shop Shin Hua/ Foto: Michelle Alda


Shin Hua merupakan barbershop khusus laki-laki yang berjalan secara turun-temurun, selama 2 generasi. Shin Hua berdiri sejak tahun 1911.

"Salon ini peninggalan ayah saya, sudah dua generasi ini salonnya. Ini berdirinya 1911, lalu tahun 1965 diwariskan ke saya, lalu mulai naik sini (dibangun dan pindah ke lantai 2) pada tahun 1975," ujar Tan Ting Kok.

Sayang, anak-anak Tan Ting Kok tidak mau meneruskan usaha salon tersebut dan memilih untuk mencari nafkah di bidang lainnya.

"Anak saya nggak ada yang mau nerusin. Mereka pada merantau sendiri-sendiri, ada yang usaha berlian, satunya usaha onderdil. Tapi kalau mau potong rambut, mereka potong rambutnya sama saya," ujar pria dengan 9 anak tersebut.

Karena tak lagi beroperasi, Tan Ting Kok memilih menyimpan alat-alat barber shop hingga sekarang, untuk mengenang mendiang ayahnya.

"Ada beberapa alat cukur saya kasihkan ke orang. Ini beberapa masih saya simpan," tambah Tan Ting Kok sambil memperlihatkan alat cukur tuanya.
(fat/fat)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed