DetikNews
Sabtu 07 Oktober 2017, 09:33 WIB

8 Kecamatan di Probolinggo Masuk Peta Rawan Kekeringan Kritis

M Rofiq - detikNews
8 Kecamatan di Probolinggo Masuk Peta Rawan Kekeringan Kritis Salah satu penampakan desa yang kekeringan dengan sumber air terbatas (Foto: M Rofiq)
Probolinggo - Delapan kecamatan di Kabupaten Probolinggo masuk peta rawan kekeringan kritis. Delapan kecamatan itu diantaranya adalah Kecamatan Wonomerto, Bantaran, Leces, Tiris, dan Bantaran.

Selain itu, dari delapan kecamatan tersebut, masih ada 15 desa yang hampir setiap hari mendapatkan suplai air bersih dari Pemkab Probolinggo.

Kawasan yang masuk sebagai peta rawan kering kritis dicirikan dari sejumlah faktor. Salah satunya adalah kondisi warganya yang mayoritas menempuh jarak lebih dari 2 kilometer menuju sumber mata air untuk mendapatkan air bersih.

Mengeringnya tandon air milik warga yang dibangun secara swadaya juga menjadi salah satu indikasi kawasan rawan kering kritis. Begitu juga dengan kondisi areal persawahan warga yang sudah tidak dapat ditanami lagi.

Salah satunya di kecamatan Bantaran dan Wonomerto. Sejumlah tandon air yang mengandalkan aliran air dari lereng gunung itu, tak lagi terisi air karena dangkalnya sumber mata air.

Mayoritas area persawahan pun banyak terlantar karena tak dapat ditanami. Hanya sebagian jenis tanaman saja yang dapat hidup dan bertahan seperti tembakau, jagung dan kacang-kacangan.

"Meski dapat bertahan, namun hasil panen tak dapat menghasilkan kualitas yang baik," jelas Busar seorang warga setempat, Sabtu (7/10/2017).

Dia menyebutkan, untuk mendapat air bersih, warga hanya bisa mengandalkan bantuan air bersih dari pemerintah daerah. "kami juga berjalan jauh, untuk mencari air bersih," ungkapnya.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo menyebutkan hampir setiap hari melakukan dropping air bersih di beberapa desa yang mengalami kesulitan air bersih.

Bahkan, dari sembilan armada truk yang ada di BPBD saat ini juga diperbantukan khusus di dua kecamatan. Yakni Kecamatan Wonomerto dan Kecamatan Tiris. Kedua kecamatan ini dinilai sangat membutuhkan truk tangki untuk melakukan dropping air bersih setiap hari.

Kabid Kedaruratan dan Logistik Teguh Kawiandoko mengatakan dropping air bersih saat ini hampir setiap hari dilakukan. "Utamanya daerah yang memang sulit mendapatkan air bersih," jelasnya.
(iwd/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed