"Dengan selesainya perbaikan jaringan kabel ini, maka pasokan listrik untuk wilayah di Pulau Madura sudah normal kembali," kata Wisnu Yulianto, Manager Komunikasi, Hukum dan Administrasi PLN Distribusi Jawa Timur, Jumat (6/10/2017).
Wisnu menerangkan, kebutuhan listrik di Pulau Madura mencapai 210 MW pada saat beban puncak di malam hari. Sedangkan di siang hari, beban listrik di Madura sebesar 150-160 MW. Pasokan listrik tersebut dipasok oleh jaringan kabel dari Gardu induk Ujung (Surabaya) dan gardu induk Bangkalan.
Saluran kabel tegangan tinggi (SKTT) tersebut dipasang di kedua sisi Jembatan Suramadu (tepatnya di bawah jalur sepeda motor). Masing-masing di jalur SKTT berkekuatan 145 MW, sehingga total 290 MW.
"Sehingga di Madura, masih surplus 80 MW," ujarnya.
Pasokan listrik di Pulau Madura sempat terhambat, karena SKTT di jalur dari Ujung ke Bangkalan di (bagian barat) Jembatan Suramadu mengalami musibah kebakaran pada 23 September. Sehingga pasokan listrik hanya dari saluran kabel tegangan tinggi yang di jalur satunya (bagian timur Jembatan Suramadu).
"Selama perbaikan, mengalami defisit listrik selama 12 hari. Rata-rata setiap hari defisit 60-70 MW pada beban puncak di malam hari," ujarnya.
PLN Distribusi Jawa Timur langsung mengerahkan tenaga dari petugas PLN dan konsultan dari Singapura, untuk melakukan pergantian jaringan kabel SKTT yang terbakar sepanjang sekitar 150 meter. Perbaikan tersebut memakan waktu selama 12 hari, dan menelan anggaran sekitar Rp 5 milliar.
"Perbaikan ini melebihi dari target yang kami tetapkan. Target kami 14 hari, tapi 12 hari sudah rampung," ujar Wisnu.
Ditanya penyebab kebakaran kabel tersebut, Wisnu mengatakan, belum mengetahui penyebabnya. "Masih diselidiki oleh Labfor (Mabes Polri Cabang Surabaya)," tandasnya. (roi/iwd)











































