DetikNews
Jumat 06 Oktober 2017, 14:18 WIB

Duh, Imunisasi MR di Kota Mojokerto Tak Sesuai Target

Enggran Eko Budianto - detikNews
Duh, Imunisasi MR di Kota Mojokerto Tak Sesuai Target Foto: Enggran Eko Budianto
Mojokerto - Program imunisasi Campak Rubella atau Measles Rubella (MR) di Kota Mojokerto yang seharusnya tuntas dalam 2 bulan, ternyata meleset dari target. Hingga hari ini, Jumat (6/10/2017) terdapat 607 anak usia 9 bulan-15 tahun yang rentan terjangkit penyakit mematikan, lantaran belum mendapatkan imunisasi tersebut.

Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Mojokerto Sri Wahyuni mengatakan, adanya ratusan anak belum mendapat imunisasi MR pada bulan Agustus-September 2017, karena beberapa faktor.

Dia menjabarkan, faktor penolakan dari orang tua mencapai 166 anak, tidak datang ke sekolah atau Posyandu saat imunisasi 136 anak, tertunda karena sedang sakit 221 anak, serta faktor kontra indikasi absolut 84 anak.

Anak-anak itu tersebar di wilayah 5 puskesmas di Kota Mojokerto. Meliputi 67 anak di wilayah Puskesmas Kedundung, 218 anak di Gedongan, 79 anak di Wates, 49 anak di Mentikan dan 194 anak di wilayah Puskesmas Blooto.

"Penolakan dari para orang tua karena mereka tak yakin imunisasi halal, sebagian besar seperti itu. Ada juga yang khawatir dengan efek samping," kata Sri kepada detikcom di kantornya, Jalan Pahlawan.

Sri menjelaskan, pada awal pelaksanaan imunisasi MR, pihaknya melakukan pemilahan terhadap anak-anak yang menjadi sasaran. Dari proses itu ditemukan anak-anak yang masuk kategori kontra indikasi absolutn sehingga tak bisa menerima imunisasi MR.

Menurut dia, kondisi anak-anak itu ada yang alergi komponen vaksin, mengalami kelainan fungsi ginjal, rutin cuci darah, leukemia berat dan kelainan darah lainnya.

"Kalau tunda karena sakit itu saat akan diimunisasi anak-anak sedang sakit demam, batuk pilek dan diare," terangnya.

Masih banyaknya anak-anak yang belum diimunisasi, lanjut Sri, akan dituntaskan dengan membuka layanan imunisasi MR di setiap puskesmas di Kota Mojokerto. Pasalnya, anak yang belum diimunisasi rentan terjangkit penyakit Campak dan Rubella yang mematikan. Apalagi penyakit yang belum bisa diobati itu ditularkan virus melalui saluran pernafasan.

"Masyarakat harus aktif, kami tak bisa datang satu-satu ke rumah warga karena satu vial vaksin untuk 10 orang, harus disuntikkan di satu lokasi," jelasnya.

Selama Agustus dan September lalu, tambah Sri, imunisasi MR telah menyentuh 30.706 anak di Kota Mojokerto. Meliputi 10.920 anak usia 9 bulan-6 tahun, 12.972 anak usia 7-12 tahun dan 6.814 anak usia 13-15 tahun.

Selain itu, imunisasi MR juga telah menyasar 8.361 anak dari luar Kota Mojokerto yang sekolah mapun tinggal di Kota Onde-onde ini. Terdiri dari 1.273 anak usia 9 bulan-6 tahun, 4.339 anak usia 7-12 tahun dan 2.749 anak usia 13-15 tahun.


(fat/fat)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed