"Sejauh ini PKB berkoalisi dengan PDIP. Karena itu, untuk wakilnya saya serahkan PDIP. Saya ikut kebijakan partai," kata Mbak Anna kepada sejumlah wartawan, Jumat (6/10/2017).
Selain berkoalisi dengan PDIP, Mbak Anna itu juga aktif berkomunikasi dengan partai lainnya seperti PPP, Partai Demokrat, Partai NasDem, Hanura dan PKPI.
"Saya ingin mengajak rekan-rekan partai lain bersama-sama berjuang untuk mensejahterakan rakyat Bojonegoro," ujar Mbak Anna.
Mbak Anna mengklaim cukup memiliki modal untuk berlaga pada Pilbup Bojonegoro 2018 mendatang. Ia mengaku mengantongi 11 kursi DPRD yang terdiri dari PKB (6 kursi) dan PDIP (5 kursi). Apalagi jika ditambah dengan Demokrat (7 kursi), PPP (4 kursi), NasDem (2 kursi), Hanura (2 kursi), dan PKPI (1 kursi).
Selain dukungan partai-partai tersebut, Mbak Anna juga punya modal pengalaman sebagai anggota DPR RI tiga periode.
"Modal awal saya NU. InsyaAllah saya didukung NU. Saya yakin bisa meraih simpati dan dukungan rakyat Bojonegoro," ujar Mbak Anna yang juga pengurus PP Muslimat NU ini.
Mbak Anna juga mengaku, majunya dia dalam Pilbup Bojonegoro ini untuk memenuhi keingginan warga agar dirinya mengubah Bojonegoro menjadi lebih baik.
"Saya sering ditelpon warga, minta saya maju. Mereka berharap, saya bisa menjadikan Bojonegoro lebih baih," ungkap Mbak Anna menutup pembicaraan. (bdh/bdh)











































