DetikNews
Rabu 04 Oktober 2017, 14:45 WIB

Perpanjangan Imunisasi MR di Lamongan Libatkan TNI dan Polri

Eko Sudjarwo - detikNews
Perpanjangan Imunisasi MR di Lamongan Libatkan TNI dan Polri Imunisasi campak rubella (Foto: Eko Sudjarwo)
Lamongan - Imunisasi campak dan Rubella (MR) di Lamongan sudah mencapai 109 persen. Data ini berdasarkan sasaran yang sudah ditetapkan oleh Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kementerian Kesehatan.

Berdasarkan data dari Pusdatin Kemenkes, ditetapkan kalau angka 247.233 anak usia 9 bulan hingga 15 tahun di Lamongan wajib diimunisasi MR, sementara sampai dengan akhir September lalu sudah 269.997 anak yang diimunisasi, atau sebesar 109,2 persen. Dari pendataan mandiri yang dilakukan Dinas Kesehatan Lamongan, di Lamongan ada 270.483 anak usia 9 bulan hingga 15 tahun yang harus diimunisasi MR dan jika mengacu data Dinkes, maka capaiannya sebesar 99,82 persen.

Kepala Bidang Pencegahan Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Pemukiman (P2PLP) Dinkes Lamongan, Bambang Susilo mengatakan, pemerintah pusat memperpanjang program imunisasi MR ini hingga 14 Oktober 2017, terutama karena ada sejumlah daerah yang gagal memenuhi target cakupan minimal 95 persen sudah terimunisasi.

"Untuk masa perpanjangan tersebut kami akan melakukan penyisiran dengan melibatkan TNI dan Polri," terangnya, Rabu (4/10/2017).

Penyisiran dengan melibatkan TNI-Polri ini, kata Bambang, dilakukan selain untuk menjaring anak-anak yang belum diimunisasi, juga untuk anak-anak kelas 1 SMA yang berusia kurang dari 15 tahun.

Bambang sangat menyayangkan jika sampai ada yang melewatkan ikut program imunisasi tersebut. Pasalnya, jika harus melakukannya di institusi swasta, biayanya bisa mencapai Rp 800 ribu.

"Kami juga berharap orang tua yang memiliki anak usia 9 bulan hingga 15 tahun dan belum diimunisasi MR, agar mendatangi puskesmas terdekat hingga tanggal 14 Oktober," harap Bambang yang menyebutkan kalau vaksin yang digunakan untuk Imunisasi MR ini dibuat dari media telur sehingga halal digunakan.

Untuk diketahui, Rubella adalah penyakit akut dan ringan yang sering menginfeksi anak dan remaja. Namun yang menjadi perhatian pemerintah adalah efek teratogeniknya jika menyerang ibu yang sedang hamil. Infeksi rubella yang terjadi selama awal kehamilan dapat menyebabkan abortus, kematian janin atau bahkan sindrom rubella congenital pada bayi yang dilahirkan. Sindrom ini dapat menyebabkan cacat lahir pada bayi.
(iwd/iwd)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed