Pemprov Jatim: Tambang Emas Tidak Boleh Pakai Merkuri

Rois Jajeli - detikNews
Senin, 02 Okt 2017 18:29 WIB
Contoh merkuri yang diungkap Polda Jatim (Foto: Rois Jajeli)
Surabaya - Polisi membongkar home industry penghasil bahan berbahaya dan beracun, Merkuri, di sebuah desa di Kabupaten Tuban. Kepala Dinas ESDM Pemprov Jatim menegaskan, produksi dan penggunaan merkuri dilarang.

"Tambang emas tidak boleh memakai merkuri. Kalau sudah dilarang, kami nggak izinkan penggunaan merkuri," ujar Kepala Dinas ESDM Pemprov Jatim I Made Sukartha kepada wartawan disela rilis ungkap kasus produksi merkuri di halaman Mapolda Jatim, Jalan Ahmad Yani, Surabaya, Senin (2/10/2017).

Made mengatakan, ungkap kasus produksi merkuri yang tangani Subdit Tipiter Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Timur ini merupakan yang pertama kali terjadi di Jatim.

"Saya jamin belum ada perusahaan di Jawa Timur baik itu melalui dinas penanaman modal, dinas ESDM, saya jamin belum ada perusahaan pengolahan merkuri," ujarnya.

Mantan Kepala Dinas Koperasi dan UMKM ini menegaskan, jika pun ada perusahaan yang mengajukan izin tentang pertambangan, terutama yang berkaitan dengan merkuri, pihaknya akan menerapkan seleksi ketat.

"Kalau pun ada perusahaan yang mengajukan izin mengolah produk dengan merkuri, kami sangat teliti dan akan melibatkan banyak unsur," katanya.

Pria yang biasa dipanggil Babe ini menerangkan, pemanfaatan merkuri sudah dilarang. Larangan tersebut berdasarkan hasil rapat koordinasi dengan Kementerian Polhukam.

"Izin-izin terhadap penambangan emas sangat ketat, karena sudah dilarang penggunaan merkuri. Merkuri ini bahan sangat berbahaya untuk lingkungan maupun manusia. Jadi saya tegaskan lagi, perusahaan tambang emas tidak boleh menggunakan merkuri," jelasnya. (roi/iwd)