Tour de Ijen Raih Nilai Excellence dari Federasi Sepeda Dunia

Ardian Fanani - detikNews
Minggu, 01 Okt 2017 13:16 WIB
Foto: Ardian Fanani
Banyuwangi - International Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI) 2017 kembali meraih nilai excellence dari Federasi Balap Sepeda Dunia (UCI). Di perhelatan kali keenamnya ini, balap sepeda menyusuri lintasan 533 kilometer Banyuwangi tersebut berjalan lancar.

Salah satu faktor keunggulan Tour de Ijen adalah penetapan rute etape, karena kombinasi stage by stage ITDBI sangat bagus dan pas.

"Etape etape yang disuguhkan untuk pembalap ini beragam. Ada flat dan juga ada yang mendaki. Penentuan jarak juga diperhitungkan dengan matang," papar President Commissaire dari UCI Nuthapong Lohitnavy kepada sejumlah wartawan, Minggu (1/10/2017).

Etape ketiga menjadi favorit oleh UCI. Di etape ini, para pembalap sepeda harus mendaki lebih dari 1.800 meter elevasi dari bibir pantai ke Paltuding, kaki Gunung Ijen.

Mereka harus menaklukkan tanjakan kategori empat, kategori tiga, kemudian kategori terberat, hors categorie. Ini dikenal sebagai salah satu tanjakan balap terekstrem di Asia. Karena itu, etape ketiga ini begitu menguras tenaga.

Poin lainnya yang menyumbang nilai excellence adalah partisipasi penonton. Mereka tak hanya bertepuk tangan untuk mendukung para pembalap. Tapi juga memamerkan atraksi dan pertunjukan seni yang memberi kesan tersendiri.

"Untuk tahun ini semua terkelola dengan baik. Kami juga senang dengan partisipasi penonton. Kami bangga balap sepeda bisa menjadi bagian promosi wisata dan membantu kemajuan daerah," ujar commissaire UCI yang lain, Tsunenori Kikuchi kepada sejumlah wartawan.

ITdBI 2017 digelar selama empat hari 27–30 September 2017. Kompetisi balap sepeda kategori 2.2 ini digelar dalam empat etape dengan total lintasan sepanjang 533 KM. Ajang balap sepeda tahunan ini diikuti 19 tim dari 29 negara.

Pembalap Spanyol, Edgar Nohales Nieto, gembira karena banyak hal yang bisa dilihat di Tour de Ijen. "Menurut saya ini perlombaan terbaik di Indonesia. Saya berharap bisa datang lagi ke sini," kata dia.

Bahkan bagi sejumlah pembalap, tanjakan ke kaki Gunung Ijen yang tergolong sangat berat ini tetap menawan. "Saat mendaki Ijen, tanjakannya ekstrem. Namun menyenangkan karena dikelilingi pemandangan bagus," kata Hiroshi Tsubaki, pembalap asal Jepang yang tergabung dalam Kinan Cycling Team. (bdh/bdh)