"Kami siap 24 jam, silakan masyarakat menggunakan media yang ada untuk berkomunikasi dengan pemerintah. Ini juga sudah ditekankan oleh Pakde Karwo berulang-ulang," ujar Kepala Dinas Informasi dan Komunikasi Provinsi Jawa Timur, Eddy Santoso usai membuka International Conference on Media and Communication yang diadakan STIKOSA AWS Surabaya, Jumat (29/9/2017).
Eddy mengatakan, pemerintah siap memberikan layanan seperti pengaduan dan informasi kepada masyarakat, salah satunya melalui sosial media.
"Silakan langsung hubungi media sosial. Twitternya sudah ada @JatimPemprov," ujarnya.
Menurut Eddy, pihaknya juga telah menekankan kecepatan informasi pada layanan pemerintah lainnya.
"Kami terus menekankan pada humas-humas dinas untuk cepat merespons masyarakat. Untuk itu kami batasi satu kali dua puluh empat jam untuk merespon, kalau belum direspon juga, biasanya saya langsung share ke grup kepala-kepala Dinas yang ada Pakde Karwo juga, jadi biar cepat direspon," ujarnya.
Sementara itu, Pembina Yayasan Pendidikan Wartawan Jawa Timur, Suprawoyo, juga menekankan, di era digital ini, pemerintah memang sudah seharusnya membuka ruang seluas-luasnya untuk akses informasi dan komunikasi bagi masyarakat.
"Penting bagi Humas pemerintahan untuk meninggalkan cara-cara lama dalam membangun komunikasi dengan masyarakat. Humas dituntut untuk memberikan informasi satu kali 24 jam," ujar Suprawoyo.
Untuk itu, sinergi antara lembaga pendidikan dengan Humas pemerintah sangat diperlukan.
"Bukalah kesempatan seluas-luasnya bagi para mahasiswa kita untuk magang di bagian Humas. Saya kira ini sinergi yang bagus," ujarnya.
Menurutnya hal ini sesuai dengan kondisi zaman sekarang yang generasi mudanya sangat suka dengan sosial media.
"Tanpa disuruh pun, mahasiswa pasti pegang HP. Kalau bisa punya kesempatan belajar sebagai humas, mahasiswa dapat keterampilan, kantor pun terbantu," pungkasnya. (iwd/iwd)










































