DetikNews
Jumat 29 September 2017, 17:44 WIB

Polisi Tuntaskan Kasus Penjambretan Anak Kembar di Pakal

Michelle Alda Gunawan - detikNews
Polisi Tuntaskan Kasus Penjambretan Anak Kembar di Pakal MAD sembunyi di Lamongan sebelum tertangkap (Foto: Michelle Alda Gunawan)
Surabaya - Polisi menangkap satu pelaku jambret dengan korban saudara kembar di Pakal. Pelaku masih di bawah umur. Dia mengaku ikut menjambret karena ajakan satu pelaku lain yang sudah tertangkap sebelumnya.

Pelaku yang masih di bawah umur ini adalah MAD (15). Warga Balongpanggang Gresik ini diamankan di Lamongan.

"Sebelumnya kami telah menangkap Ino Septiano. Dan sekarang kami telah menangkap MAD, pelaku yang satu lagi. Pelaku adalah seorang anak di bawah umur yang putus sekolah," ujar Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Leonard Sinambela kepada wartawan di Polrestabes Surabaya, Jumat (29/9/2017).

Leo mengatakan bahwa pelaku melakukan hal tersebut karena diajari oleh Ino. "MAD ngakunya berbuat kejahatan karena diajari oleh Ino, tapi ini masih kami selidiki lagi karena berdasarkan pengakuan MAD dan berkas kita, MAD sudah melakukan kejahatan Curas (pencurian dengan kekerasan) sebanyak 3 kali," ujar Leo.

Selama ini MAD bersembunyi di Pondok Santri Alfateha Lamongan dan semalam polisi telah berhasil menangkap MAD di tempat persembunyiannya.

"Kami ingin menunjukkan bahwa semua pelaku harus ditangkap dan diproses hukum. Kami tangkap semalam yang bersangkutan di Lamongan," pungkas Leo.

Hasil kejahatan yang diperoleh MAD, kata Leo, digunakan untuk membeli minuman keras.

"Uangnya buat minum," ujar MAD kepada wartawan dengan singkat.

Sebelum melakukan penjambretan, Ino dan MAD hendak pergi ke Gelora Bung Tomo untuk menonton balap liar dengan mengendarai sepeda motor Honda Vario warna hitam tanpa plat nomor.

Saat sampai di Jalan Raya Babat Jerawat depan Kecamatan Pakal, kedua pelaku bertemu dengan korban yang saat itu sedang mengendarai sepeda motor dengan HP yang terdapat pada dashboardnya.

Melihat HP tersebut, motor korban dipepet oleh pelaku. Dalam waktu sekejap, Ino mengambil HP pada dashboard motor korban kemudian korban mengejar pelaku. Saat berada di depan PDAM Pakal, sepeda motor korban ditendang oleh pelaku hingga kedua pelaku terjatuh. Akibat penjambretan itu, kaki Andiani harus diamputasi dan kaki Andiana mengalami patah tulang.
(iwd/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed