Warga Dusun Polaman, Desa Kalirejo, Kecamatan Lawang, itu pun langsung melaporkan kejadian itu ke polisi, pukul 04.00 WIB, Rabu (27/9/2017). Bersama polisi, warga mendatangi rumah korban.
Namun saat di rumah korban, polisi mendapati korban berlumuran darah menghadap tembok. Penemuan ini, berbeda dengan laporan anak korban, yang mengaku ada orang gantung diri di dalam rumahnya.
"Anak korban masih dimintai keterangan, soal laporannya bahwa ada gantung diri. Tapi ternyata ibunya meninggal dengan luka parah di kepala," kata Kasatreskrim Polres Malang AKP Azi Pratas Guspitu saat dikonfirmasi detikcom, Rabu (27/9/2017).
Ibu tiga anak ini, jelas Kasat Azi, diduga menjadi korban penganiayaan. Sebab ditemukan dengan luka parah di bagian kepala, yang diduga akibat pukulan benda tumpul.
Ibu tiga anak ini ditemukan bersimbah darah/ Foto: Istimewa |
"Awalnya, anak korban lapor ada gantung diri. Warga kemudian melapor ke polsek setempat. Ketika datang ke TKP, korban sudah ditemukan meninggal," ungkapnya.
Tidak satupun mengetahui persis dari kejadian yang menimpa korban. Prayogi bersama dua saudaranya mengaku tengah tertidur lelap sebelum menemukan ibunya tewas.
"Saksi (Prayogi) mengetahui kalau ibunya meninggal, sebelum melapor," bebernya.
Kini pihaknya tengah menyelidiki guna mengungkap identitas pelaku. "Luka di kepala, akibat pukulan. Korban ditemukan dalam posisi telungkup menghadap dinding kamar. Masih diselidiki siapa pelaku penganiayaan terhadap korban," terang Azi.
Korban adalah ibu rumah tangga, yang tinggal bersama tiga anak serta ibunya. "Suami korban selama ini bekerja di Kalimantan. Di rumah itu hanya bersama anak dan ibunya," tegas Kasat Azi.
Beberapa saksi sudah dimintai keterangan untuk mengungkap peristiwa sadis itu. Azi mengaku, korban diduga kuat meninggal karena dianiaya. (fat/fat)












































Ibu tiga anak ini ditemukan bersimbah darah/ Foto: Istimewa