DetikNews
Selasa 26 September 2017, 12:33 WIB

Produksi Tembakau Lamongan Melonjak Meski Dilanda Kekeringan

Eko Sudjarwo - detikNews
Produksi Tembakau Lamongan Melonjak Meski Dilanda Kekeringan Petani tembakau di Lamongan/Foto: Eko Sudjarwo
Lamongan - Kekeringan melanda sejumlah tempat di Lamongan. Namun, meski musim kemarau ternyata membawa berkah bagi petani tembakau. Hingga awal September, produksi tembakau di Lamongan mencapai 2.089,05 ton. Bahkan, capaian tersebut dimungkinkan akan bertambah karena sebagian besar lahan tembakau belum selesai dipanen.

Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan Aries Setiadi mengatakan, tahun ini pihaknya mencatat luas lahan tembakau mencapai 5.540,5 hektare. Ini meningkat hampir dua kali lipat dibanding tahun 2016 yang hanya 3.886 hektare dengan produksi 4.663,2 ton.

Untuk produksi tertinggi tembakau, pernah dicapai Lamongan pada tahun 2012. Yakni sebesar 13.703.548 ton dari luas areal panen 9.688 hektare.

"Kemarau juga mendongkrak harga jual tembakau," kata Aries Setiadi kepada wartawan, Selasa (26/9/2017).

Aries Setiadi mengaku, tembakau daun basah di tingkat petani saat ini dihargai Rp 3.500 per kg. Sementara jika dalam kondisi daun kering harganya Rp 12 ribu hingga 17 ribu per kg. Sedangkan untuk tembakau sudah dalam kondisi rajangan, lanjut Aries, dihargai antara Rp 22 ribu hingga 27 ribu per kg..

Dia menuturkan, petani Lamongan selama ini menanam tembakau jenis virginia dan Jawa. Untuk jenis virginia, produksi sementara tahun ini mencapai 629,71 ton dari areal panen seluas 2.074, 5 hektare. Sementara jenis Jawa lebih banyak dipilih untuk dibudidayakan petani Lamongan. Produksi sementara saat ini mencapai 1.459,34 ton dari areal seluas 3.466 hektare.

"Untuk memberdayakan petani, Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan tahun ini memberikan bantuan untuk kegiatan pasca panen, diantaranya berupa alat jemur temabakau, alat perajang, dan genset," terangnya.

"Untuk memberdayakan petani, Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan tahun ini memberikan bantuan untuk kegiatan pasca panen, diantaranya berupa alat jemur temabakau, alat perajang, dan genset," terangnya.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed