DetikNews
Senin 25 September 2017, 16:22 WIB

Penjual Tempura Diperiksa Terkait Keracunan Pelajar SDN Krisik 03

Erliana Riady - detikNews
Penjual Tempura Diperiksa Terkait Keracunan Pelajar SDN Krisik 03 Foto: Erliana Riady
Blitar - Pedagang tempura yang biasa berjualan di SDN Krisik 03 Gandusari, Blitar, diperiksa polisi. Itu setelah jajanan buatan warga Dusun Wonorejo Krisik, membuat belasan pelajar mual dan muntah.

"Kami tengah memeriksa penjual tempura dengan meminta keterangannya. Apakah mereka mencampur bahan berbahaya pada jajanan yang mereka jual di SDN Krisik 03 itu," kata Kapolres Blitar, AKBP Slamet Waloya, Senin (25/9/2017).

Selain memeriksa pedagang, polisi juga mengirim 5 sampel jajanan produksi pasangan suami istri itu ke Dinkes Kabupaten Blitar.

"Kami telah kirim lima jajanan berupa pentol bakso, cilok, sosis, mie dan tempura goreng ke laboratorium milik Dinkes Kabupaten Blitar," paparnya.

Nantinya, lanjut kapolres, hasil laboratorium akan dicocokkan dengan keterangan dari penjualnya. Hingga pukul 15.18 wib, ada 8 anak yang dirawat di Puskesmas Slumbung. Sedangkan yang lain sudah diperbolehkan pulang.

"Yang lain kondisinya membaik, jadi berobat jalan. Sedangkan yang tujuh masih dirawat di sini sambil diobservasi perkembangannya oleh tim medis," jelasnya.

Menurut Kapolres, jika sampai nanti hasil observasi menunjukkan tidak ada kejadian lanjutan pada ke 8 siswa itu, maka mereka diperbolehkan pulang.

Sebanyak 19 pelajar SDN Krisik 03 mengalami pusing dan mual. Dua di antaranya muntah-muntah. Dari keterangan beberapa siswa yang mengalami keluhan itu, sebelum upacara bendera sekitar pukul 06.30 wib, mereka sempat membeli jajanan yang dijual Umi dan Suroso.

Usai upacara sekitar pukul 08.00 wib, mereka baru mengeluh pusing dan mual, hingga harus dirawat di Puskesmas Slumbung yang dekat dengan lokasi sekolah itu.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed