DetikNews
Senin 25 September 2017, 14:56 WIB

Pelajar SD Krisik 03 Blitar Keracunan Usai Makan Tempura

Erliana Riady - detikNews
Pelajar SD Krisik 03 Blitar Keracunan Usai Makan Tempura Korban keracunan di Puskesmas Slumbung/Foto: Erliana Riady
Blitar - 19 Pelajar SDN Krisik 03 di Kabupaten Blitar, keracunan tempura. Mereka dibawa ke Puskesmas Slumbung, Gandusari. Mereka mengalami pusing dan mual-mual setelah mengkonsumsi tempura yang dijual di sekolahnya.

Menurut Kepala Sekolah SDN Krisik 03 Dusun Barurejo Desa Krisik, Rohmiati mengaku, anak didiknya pusing dan mual usai upacara bendera.

"Awalnya cuma beberapa anak mengaku pusing saat upacara. Tapi setelah upacara selesai, jumlah anak yang mengalami pusing dan mual semakin banyak," Kasek Rohmiati saat ditemui di Puskesmas Slumbung, Senin (25/9/2017).

Dari keterangan beberapa korban, mereka mengaku pusing dan mual setelah membeli pentol cilok dan tempura. "Mereka ditanya katanya habis beli pentol cilok dan tempura di penjual sekolah. Selama ini penjualnya ya tetap orang itu dan tidak pernah ada kejadian seperti ini," tutur Rohmiati.

Karena pusing dan mual yang dirasakan anak didiknya makin parah, Rohmiati lalu membawa mereka ke Puskesmas Slumbung. "Ada dua yang sampai muntah-muntah seperti orang keracunan," katanya.

Sementara dari keterangan tim medis Puskesmas Slumbung, dr Diah Puspita Sari awalnya hanya 12 anak yang dibawa ke puskesmas. Namun menjelang siang bertambah 7 anak lagi.

"Jumlahnya yang dibawa kesini awalnya hanya 12 lalu, tambah lagi 7 anak. Jadi total ada 19 anak. Saat dibawa ke sini keluhannya sama. Mereka mengeluh pusing dan mual, tapi suhu tubuhnya rata-rata 36°C," jelas Diah.

Kini, ke-19 anak terdiri tiga pelajar kelas 2, 3 anak siswa kelas 3, empat anak siswa kelas 4, 8 anak siswa kelas 5 dan satu anak siswa kelas 1. Mereka telah diberi obat dan kondisinya berangsur membaik. Sementara pihak puskesmas telah mengirimkan sampel tempura goreng ke Dinkes Kabupaten Blitar untuk tes laboratorium.

"Kami sudah kirim sampel tempura gorengnya untuk dites di laboratorium Dinkes Kabupaten Blitar," ungkap Diah.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed