4 Tokoh Masuk Radar, Sinyal Khofifah di Gerindra Lebih Kuat

Pilgub Jatim 2018

4 Tokoh Masuk Radar, Sinyal Khofifah di Gerindra Lebih Kuat

Rois Jajeli - detikNews
Jumat, 22 Sep 2017 10:10 WIB
4 Tokoh Masuk Radar, Sinyal Khofifah di Gerindra Lebih Kuat
Sekretaris DPD Partai Gerindra Jatim/Foto: Rois Jajeli
Surabaya - Empat tokoh masuk radar DPD Partai Gerindra Jawa Timur sebagai bakal calon Gubernur Jatim. Namun dari keempat tokoh tersebut, nama Khofifah lebih kuat.

"Ketua (DPD Gerindra Jatim Supriyatno) menyebutkan ada 4 nama, ada Khofifah, Gus Ipul, Pak Nuh, Pak Nyalla. Nama-nama yang berkembang di media itu menjadi pertimbangan Partai Gerindra," kata Sekretaris DPD Partai Gerindra Jawa Timur Anwar Saddad, Jumat (22/7/2017).

Gerindra melakukan komunikasi terhadap keempat tokoh tersebut. Ada yang ditugasi menemui Khofifah Indar Parawansa (Menteri Sosial). Ada yang berkomunikasi dengan Saifullah Yusuf-Gus Ipul (Wakil Gubenur Jatim). Ada yang berkomunikasi dengan M Nuh (Menteri Pendidikan di era Presiden SBY), hingga komunikasi dengan La Nyalla Mattalitti (Ketua Kamar Dagang dan Industri Jawa Timur).

"Dan semuanya dalam koridor dan terkontrol di Partai Gerindra," tuturnya.

Dari keempat tokoh tersebut, sinyal kuat yang bakal diusung Gerindra adalah Khofifah Indar Parawansa.

"Saya melihatnya justru sinyal mendukung ke Bu Khof lebih kuat dibandingkan dengan sinyal kepada yang lain. Saya melihatnya begitu," tuturnya.

Ia menambahkan, komunikasi secara informal ke Khofifah juga terus dilakukan. Apalagi banyak fungsionaris Gerindra sudah banyak yang kenal, sebelum Ketua Umum PP Muslimat NU itu jadi mensos.

"Saya juga menjalin komunikasi baik dengan Bu Khof sebelum beliau menjadi Mensos," terangnya.

Saddad mengatakan, sampai saat ini Khofifah belum menyatakan resmi maju sebagai calon Gubernur Jatim di Pemilihan Gubernur Jatim 2018 mendatang.

"Sekarang sebenarnya tergantung dari Bu Khof bagaimana kesiapannya. Kita menghormati posisinya beliau sebagai salah satu menteri dari kabinetnya Presiden Jokowi," terangnya.

"Sebelum Bu Khof menyatakan mundur diri dari kabinet, saya kira dia belum terlalu leluasa menjalin komunikasi, terutama ke partai-partai di luar pemerintahan. Saya kira itu wajar dan Partai Gerindra menghormati itu," tandasnya. (roi/fat)
Berita Terkait