DetikNews
Kamis 21 September 2017, 20:50 WIB

Pengolahan Hasil Tambang Emas Liar di Jember Digerebek Polisi

Yakub Mulyono - detikNews
Pengolahan Hasil Tambang Emas Liar di Jember Digerebek Polisi Polisi menyita barang bukti/Foto: Yakub Mulyono
Jember - Sebuah tempat pengolahan hasil tambang emas ilegal di Dusun Gumukjati, Desa Kertonegoro, Kecamatan Jenggawah, digerebek polisi. Selain mengamankan pemilik, polisi juga menyita sejumlah bongkahan tanah yang terdapat emasnya sebagai barang bukti.

"Pengolahan hasil tambang ini tak memiliki izin sama sekali. Jadi memang ilegal," kata Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo, Kamis (21/9/2017).

Pemilik pengolahan hasil tambang emas ini bernama Sudiyan (44). Lokasi tambang dengan rumah tersangka bersebelahan. Tersangka ditahan dengan barang bukti emas mentah seberat 67 gram, emas jadi hasil olahan seberat 2 gram, dua timbangan elektrik, delapan buah mesin gelondong emas, sebuah mesin pembakar olahan emas, satu botol kecil air raksa, sebuah kanebo serta timba plastik.

"Dan uang hasil penjualan tambang emas Rp 35 juta," terang Kusworo.

Dia menjelaskan, penggerebekan dilakukan saat tersangka melakukan aktifitas pengolahan emas. Saat petugas datang, tersangka tidak bisa menunjukkan surat izin pengolahan hasil tambang. Dari lokasi pengolahan, polisi menemukan sekitar 8 mesin gelondong untuk menghancurkan tanah yang di dalamnya terdapat kandungan emas.

Pantauan di lokasi, rumah tersangka berada di sisi utara Gunung Manggar yang memang sering dilakukan penambangan secara liar. Kusworo menegaskan, pihaknya akan terus melakukan pengembangan terkait hasil ungkap tempat pengolahan hasil penambangan emas ilegal ini. Termasuk melakukan penyelidikan di mana lokasi penambangannya.

"Kita usut terus. Sebab yang kita gerebek ini kan tempat pengolahannya. Kita akan kembangkan di mana lokasi penambangannya. Ini petugas masih terus melakukan lidik di lapangan," tandas Kusworo.

Dia menegaskan, apa yang dilakukan tersangka melanggar pasal 161 UU RI no 4/ 2009 tentang pertambangan dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara atau denda Rp 10 miliar.

Tersangka Sudiyan kepada polisi mengaku pengolahan hasil penambangan itu baru ditekuninya sekitar tiga bulan terakhir. Kegiatan itu dilakukannya sendirian.

"Baru tiga bulan, saya olah sendiri dengan perlengkapan yang ada ini," kilahnya.
(ugik/ugik)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed