DetikNews
Kamis 21 September 2017, 18:33 WIB

Mensos Khofifah Sebut Kemiskinan Pedesaan di Jawa Timur Akut

Muhammad Aminudin - detikNews
Mensos Khofifah Sebut Kemiskinan Pedesaan di Jawa Timur Akut Mensos Khofifah jadi sasaran foto (Foto: Muhammad Aminuddin)
Malang - Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menyebut angka kemiskinan pedesaan di Jawa Timur telah akut. Itu dikatakan Khofifah berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) selama lima tahun terakhir.

"Jika berangkat dari data BPS lima tahun terakhir, kemiskinan pedesaan di Jawa Timur sangat tinggi sekali, akut tingginya," kata Khofifah di Ponpes Babussalam, Desa Banjarejo, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang, Kamis (21/9/2017).

Dikatakan Khofifah, urutan kedua adalah Jawa Tengah. Namun jaraknya terlalu jauh dengan Jawa Timur yang menduduki rangking teratas.

"Kalau nomor dua kemiskinan pedesaan adalah Jawa Tengah, tapi jauh sekali," sambung Khofifah.

Untuk kemiskinan perkotaan, lanjut Khofifah, tertinggi adalah Jawa Barat yang disusul oleh Jawa Tengah. "Kalau perkotaan Jawa Barat nomor satu," tegasnya.

Menurut Khofifah, dirinya memiliki format yang mungkin bisa diaplikasikan, dalam menangani tingginya kemiskinan pedesaan yang sudah akut tersebut yakni dengan melakukan pemetaan.

"Tapi saya ingin menyampaikan bahwa ada format yang mungkin kita segera bisa melakukan proses untuk pemetaan. Dana Desa tahun 2015 itu Rp 20 triliun, tahun 2016 Rp 47 triliun, dan tahun 2017 Rp 60 triliun, kemungkinan 2018 bisa tembus Rp 120 triliun," bebernya.

Artinya, kata dia, ini merupakan kesempatan untuk meningkatkan percepatan kesejahteraan untuk penduduk di desa, khususnya Jawa Timur.

"Kemiskinan sudah akut tingginya, karena dengan nomor dua cukup jauh. Ini ada kesempatan yang bisa digunakan," terangnya.

Lantas seperti apa langkah yang bisa merubah fakta tersebut ?

"Kan ada sentra-sentra pertumbuhan perekonomiannya bisa dibangun melalui besarnya dana desa. Untuk dana desa tahun pertama lebih kepada infrastruktur, tahun kedua lebih kepada infrastruktur, dan tahun ketiga kan sudah mulai kepada BumDes-BumDes," jawab Khofifah.

Nah, sekarang kalau BumDes-BumDes ini berkembang, perguruan tinggi bisa turun memberikan pendampingan manajemen pengelolaan sentra ekonomi.

"Kemudian pengusaha tingkat lokal memberikan akses market. Kalau mereka produktivitasnya efektif, kualitas kontrolnya dijaga marketnya diberi akses. Kok rasanya, pertumbuhan ekonomi akan memberikan percepatan kesejahteraan masyarakat di desa," urai Khofifah.

Bagi Khofifah, ini merupakan solusi efektif menurunkan angka kemiskinan pedesaan di Jawa Timur.

"Ini akan menjadi solusi efektif, menurut saya bagaimana menurunkan kemiskinan pedesaan di Jawa Timur. Karena memang istiqomah nomor satu dan tinggi sekali angka kemiskinan pedesaannya," tandasnya.
(iwd/iwd)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed