DetikNews
Rabu 20 September 2017, 07:42 WIB

Masyarakat Perkotaan Sering Nyeri Punggung, Ini Penyebabnya

Grasella Sovia Mingkid - detikNews
Masyarakat Perkotaan Sering Nyeri Punggung, Ini Penyebabnya Foto: Istimewa
Surabaya - Masyarakat modern perkotaan berpotensi mengalami nyeri punggung. Hal itu karena perilaku dan gaya hidup modern. Salah satunya duduk dan sedikit bergerak.

"Aktivitas di depan komputer, menonton televisi, bermain game serta mengemudi kendaraan dalam jangka waktu lama karena kemacetan, adalah beberapa di antaranya," kata Spesialis dan Konsultan Bedah Syaraf FK Unair, Prof Dr dr Abdul Hafid Bajamal SpBS(K) kepada detikcom, Rabu (20/9/2017).

Guru Besar FK Unair ini memaparkan, keluhan nyeri punggung merupakan keluhan yang paling sering dialami manusia. "Pada daerah punggung terdapat tulang belakang dengan bantalan sendi dan persendian antar tulang, saraf, otot-otot, ligamen. Masing-masing organ itu mempunyai ciri khas sendiri-sendiri dalam menimbulkan rasa nyeri. Berdasarkan keluhan nyeri itulah dokter dapat menentukan penyebab gangguannya kira-kira ada di organ mana," tuturnya.

Prof Hafid menambahkan, nyeri punggung juga bisa terjadi akibat posisi tubuh yang salah saat bekerja, trauma karena jatuh, sehabis angkat barang berat atau kecelakaan, proses degenerasi karena usia, infeksi tulang belakang, tumor tulang belakang.

"Osteoporosis, stres, kegemukan, pemakaian obat corticosteroid, penjepitan urat saraf karena bantalan sendi atau gangguan dari dalam perut yang rasa nyerinya menjalar ke pinggang, juga bisa terjadi," tegasnya.

Sementara ahli bedah syaraf, dr Muhammad Faris SpBS(K) Spine dari PHC Neuroscience Brain & Spine Care Center membagikan beberapa tips mencegah nyeri punggung.

"Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah nyeri punggung adalah latihan peregangan otot-otot pinggang, penguatan otot-otot pinggang dan otot dinding perut, juga pada waktu mengangkat barang harus dengan badan tegak, kedua lutut ditekuk lalu barang tersebut diangkat sedekat mungkin ke badan," jelasnya.

Faris pun mengaku penderita nyeri punggung tidak perlu khawatir biaya berobat ke dokter karena sebagian sudah tercover layanan BPJS. Selain itu, perkembangan pengobatan nyeri punggung di Indonesia sudah sangat maju dan tidak kalah dengan pengobatan di luar negeri.

"Bahkan beberapa pasien dari luar negeri memilih untuk berobat ke Indonesia karena tersedianya dokter ahli dan fasilitas yang lengkap dalam penanganan keluhan nyeri punggung dengan biaya yang relatif lebih murah," tambahnya.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed