DetikNews
Selasa 19 September 2017, 20:47 WIB

Kedutaan Perancis Bantu Surabaya Kembangkan Smart CIty

Grasella Sofia Mingkid - detikNews
Kedutaan Perancis Bantu Surabaya Kembangkan Smart CIty Foto: Grasella Sofia Mingkid
Surabaya - Konsistensi Pemerintah Kota Surabaya dalam mengembangkan teknologi smart city tidak sia-sia. Hal ini menarik kedutaan Perancis untuk mendukung Surabaya menjadi smart city melalui teknologi 3D untuk sistem operasional kota.

"Kami mengapresiasi Pemkot Surabaya yang sangat concern dalam pengembangan smart city. Kami melihat potensi yang besar bagi Surabaya untuk terus dikembangkan, khususnya dalam hal inovasi teknologi," ujar konselor pertama Kedutaan Besar Perancis untuk Indonesia dalam acara 3DExperience Forum di hotel Shangri-La, Surabaya, Selasa (19/9/2017).

Untuk itu, pemerintah Perancis menjembatani kerja sama antara pemerintah kota Surabaya dengan Dassault Systemes, sebuah perusahaan asal Perancis yang menyediakan sistem operasional 3D terintegrasi.

"Melalui platform 3DExperience yang terintegrasi, kami akan membantu Surabaya untuk mencapai kolaborasi, perencanaan dan simulasi yang lebih baik dalam proyek-proyek cerdasnya," ujar Philippe Foresti, Executive Vice President, Global Affairs and Communities di Dassault Systemes.

Salah satu teknologi 3D yang dapat diaplikasikan adalah pembagian informasi yang efektif dan data yang akurat tentang kota yang berasal dari satu sumber virtual.

"Sistem dari 3DExperience's Collaborative Environment dapat mengintegrasikan data kota secara virtual, seperti informasi mengenai suatu gedung di tengah kota, berapa energi yang diperlukan, bagaimana transfer energi di dalamnya serta data intelegent lainnya lewat sebuah simulasi virtual, seperti yang telah diterapkan di Singapura," terang Masaki Sox Konno, Managing Director, Asia Pasific South, Dassault Systemes.

Dalam hal ini, Surabaya menjadi kota pertama diadakannya 3DExperience Forum dari Dassault systemes.

"Kami menawarkan peluang bagi Indonesia ketika para pemimpin lokal, influencer, dan pakar industri memberikan informasi dan berbagi pendapat mereka mengenai kota di masa depan dan perkembangan industri. Acara ini juga memamerkan inovasi 3D terbaru yang dibangun di atas platform 3DExperience yang telah terbukti," tambah Konno.

Tidak hanya pemerintah kota, 3DExperience juga dapat membantu industri maupun bidang pemerintahan lainnya.

"Ada juga aplikasi modeling untuk simulasi produk dan barang, perancangan dalam dunia manufaktur, manajemen proyek, sehingga orang bisa bekerja dalam proyek yang sama, dalam waktu yang sama, meski tidak berada di tempat yang sama," jelas Konno.

Sementara itu, Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini dalam video sambutannya mengatakan, teknologi sangat dibutuhkan untuk percepatan pelayanan kepada masyarakat.

"Percepatan pelayanan yang utama, layanan apapun di bidang apapun harus cepat dan akurat. Untuk itu, penggunaan teknologi sekiranya dapat membantu dalam hal ketepatan waktu dan sasaran pelayanan, kecepatan dan transparansi pertanggungjawaban keuangan pemerintah," tuturnya.

Risma sendiri tak bisa hadir dalam forum internasional ini karena sedang berada di Irlandia dalam rangka menerima penghargaan Learning City dari UNESCO.

Kepala Bidang Layanan Pemerintah berbasis Elektronik, Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Surabaya, Yudho Febriadi menyatakan, teknologi yang ditawarkan tersebut dapat membantu pemerintah Surabaya.

"Terkhususnya membantu mengumpulkan, menganalisis, serta manajemen big data, sehingga mendukung dalam pengambilan keputusan," ujarnya.
(iwd/iwd)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed