Salah satu warga yang menjadi korban adalah Sanusi (39), warga Desa Gerongan, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan. Ia pun harus dilarikan ke RSUD Bangil.
"Kejadiannya Jumat (15/9/2017) kemarin, saat saya mau ke kondangan keluarga di Curah Duku (Kecamatan Kraton)," kata Sanusi, saat menjalani perawatan, Senin (18/9/2019).
Dikatakan Sanusi, sesaat sebelum kejadian, ia sempat melihat ada truk yang membuang material di lokasi kejadian. Selain ada truk, juga ada alat pemerata tanah.
Ia pun memilih tetap melintas lokasi pembuangan material tersebut karena mengira material yang diturunkan dan diratakan merupakan material padat seperti pasir batu (sirtu). Namun ternyata salah. Motornya terjerembab saat melintas.
Saat motornya terjerembab, spontan kakinya menahan beban motor dan menginjak urukan. Saat itu ia merasa kakinya panas sehingga ia langsung melompat. Ia pun mendapati kakinya melepuh.
"Saat saya melintas, ternyata motor langsung terjerembab dan kaki saya yang menginjak urukan itu yang terasa panas. Istri saya tak apa-apa, tapi kaki saya melepuh," terangnya.
Menurut Sanusi, ia nekat melintasi lokasi urukan karena memilih jalur terdekat menuju rumah saudaranya. Apalagi di lokasi urukan tak ada larangan melintas.
Selain Sanusi, ada dua warga lain yang juga mengalami nasib serupa, yakni Nursila dan Samsul Arifin warga Dusun Pandelegan, Desa Raci, Kecamatan Bangil. Kejadiannya pun tak berbeda dengan yang dialami Sanusi, motor mereka terperosok dan kakinya menginjak urukan dan melepuh. Samsul mengaku dirinya menerima santunan sebesar Rp 500 ribu.
"Saya diberi uang santunan Rp 500 ribu," kata Samsul Arifin saat dirawat di RSUD Bangil. Ia tak menjelaskan dari mana santunan itu berasal.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pasuruan, M Muhaimin, mengatakan bahwa lokasi pembuangan limbah tersebut berada di lahan milik TNI-AU Raci. Muhaimin menyebut, aktivitas tersebut sudah dimulai sejak sebulan lalu.
"Aktivitas pembuangan limbah tersebut sudah ajukan izin ke provinsi. Tapi izinnya masih dalam proses, saya cek tadi belum turun. Sehingga seharusnya tak ada kegiatan," katanya. (iwd/iwd)











































